Kuliner

Besaprah Sambas

10 Juli 2018   14:18 Diperbarui: 10 Juli 2018   14:30 117 0 0
Besaprah Sambas
besaprah-5b445ad5ab12ae5b8e2021d2.jpg

 " Besaprah" atau " Nyaprah" salah-satunya, yang merupakan suatu kebiasaan makan bersama yang biasanya terdiri dari enam orang dengan lauk terpisah yang dimakan bersama-sama. Besaprah merupakan salah satu warisan budaya Melayu Sambas yang mencerminkan kebersamaan dan mengandung filosofi-filosofi serta mengandung kearifan lokal yang mencerminkan kehidupan sehari-hari.
Dalam makan "besaprah", satu saprah ( 1 kelompok makan ) terdiri dari enam orang dengan 6 buah piring dan satu baskom atau satu bakul kecil nasi, dan dilengkapi dengan berbagai lauk pauk serta dengan 6 gelas air minum serta lengkap dengan alat cuci tangan dan lap tangan. 

Makan Besaprah ini adalah acara makan bersama yang di lakukan oleh masyarakat melayu Sambas pada acara - acara jamuan makan, seperti pada acara pernikahan ( acara lainnya : tepung tawar, sedekah nasi atau acara-acara yang bersangkut paut dengan makanan dan bersifat sakral) 

Tamu yang hadir pada acara pernikahan biasanya di jamu dengan hidangan - hidangan khas melayu Sambas dan ketika akan menjamu hidangan tersebut mereka membentuk suatu kelompok atau " Paduan " yang terdiri dari 5 atau 6 orang dengan duduk bersila/lesehan yang melingkar untuk menikmati menu yang sudah di hidangkan. 

Menikmati menu yang di hidangkan dengan duduk bersila bersama 6 orang dimaksudkan sebagi salah satu perwujudan kebersamaan dan silaturahmi antara masyarakat Sambas.Makan Besaprah ini menggunakan lima jari artinya ketika memasukan makanan kedalam mulut tidak menggunakan sendok dan garpu, di acara Makan Besaprah ini lah kebersamaan benar - benar di terapkan. Sementara untuk membentuk kelompok atau " paduan " ini biasanya kita bisa mengajak teman dekat atau ada juga orang - orang yang kita tidak akrab sebelum nya.