Mohon tunggu...
Andre Lolong
Andre Lolong Mohon Tunggu... Insinyur - Follow me @andre_gemala

Husband of a caring wife, father of two, car enthusiast, motorsport freak, Life learner..

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Tertib Berkendara Demi Mobilitas yang Lebih Baik di Indonesia

7 April 2018   10:32 Diperbarui: 7 April 2018   12:22 4991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: discovermagazine.com

Mobilitas merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Masyarakat berkendara menuju tempat kerja, sekolah, Ibadah, wisata, untuk bersilaturahmi, berbisnis, berobat dan apapun. Kehidupan kita tidak terlepas dari berkendara sehari-hari baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Seiring dengan kemajuan jaman dan teknologi, makin meningkatnya populasi; manusia bertambah banyak, begitu juga dengan Kendaraan roda empat dan roda dua, guna memenuhi kebutuhan manusia. Negara-negara di dunia berupaya menciptakan sarana transportasi dan infrastruktur yang memadai dan aman untuk digunakan. Namun kecelakaan lalu lintas tetap terjadi dimana-mana. Bahkan sampai menelan korban jiwa.

Sebagai pengguna kendaraan dan jalan raya, kita harus memperhatikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keselamatan dengan bersikap bijaksana dalam berkendara. Tidak masalah kita berkedara dengan jenis kendaraan apapun; Sedan, SUV, Scooter, Motor besar, Sepeda dan sebagainya. Berikut ini beberapa hal yang perlu kita tanamkan dalam pikiran kita masing-masing sebelum berkendara:

1.      Jalanan milik bersama.

Ingatlah bahwa jalanan diluar sana, baik itu jalan Tol, jalan raya, jalanan kompleks hingga jalanan gang kecil, adalah milik bersama. Ingat kan kata-kata "emang ini jalanan Bapak lo"? Nah itu merupakan sarkasme terhadap kenyataan sikap pengendara bertahun-tahun belakangan ini. 

Hendaknya kita memberi kesempatan bagi kendaraan lain untuk pindah jalur. Atau kita tidak perlu berusaha keras mempertahankan posisi kita ketika sebuah mobil berusaha mau "nyelak". Semuanya perlu dilakukan bergantian. Tidak perlu jengkel ketika ada Truk atau Bus mengambil jalur tengah untuk menyusul kendaraan di depannya. Mereka memang cenderung lebih lambat daripada kendaraan kita, tapi mereka juga berhak menyusul kendaraan lain yang lebih lambat.

2.      Jaga emosi. Hindari sikap temperamental.

Sangat tidak aman ketika kita berkendara dalam kondisi sedang marah, sedih atau sakit. Karena itu akan berpengaruh terhadap performa mengemudi kita, juga dalam hal kita menilai situasi dan keadaan. Berusahalah selalu sabar dalam menghadapi kondisi lalu lintas. Ingat bahwa kondisi lalu lintas adalah diluar kendali kita. Bilamana terjadi macet parah, janganlah kita menjadi marah-marah hingga kita mengemudi dengan sembrono dan membuat kendaraan lain tidak nyaman. Mengantrilah dan mengemudilah dengan tenang.

3.      Berkomunikasi yang baik

Mobil maupun motor dilengkapi beberapa sarana yang tujuannya adalah untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain. Pahami dengan baik beberapa feature dasar kendaraan ini. (1)Gunakan turning lights atau yang kita kenal sebagai Lampu sein untuk memberikan informasi arah maneuver kendaraan kita selanjutnya kepada kendaraan di belakang ataupun yang datang dari arah berlawanan.

Nyalakan beberapa detik sebelumnya, dan berbeloklah dengan benar. Jangan melakukan gerakan mendadak hingga mengejutkan kendaraan lain. (2) Gunakan lampu Hazard pada keadaan darurat ketika kendaraan dalam keadaan berhenti. Sewaktu mengemudi mobil disertai hujan lebat banyak pengendara yang punya kebiasaan menyalakan lampu hazard. Sesungguhnya ini kurang tepat. Karena ketika ingin berbelok atau pindah jalur, lampu sein tidak dinyalakan. Akibatnya miskomunikasi dengan pengendara lain. Cukup nyalakan lampu senja/ fog lamp/ Beam tergantung seberapa lebat hujannya. Maka kendaraan lain akan dapat melihat kendaraan kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun