Mohon tunggu...
Andi Samsu Rijal
Andi Samsu Rijal Mohon Tunggu... Penggiat Kajian Sosial Humaniora

Sedang Kuliah dan Mengajar di UIM, Penerjemah di LPK GAU ASE

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Drama di Balik BPJS hingga Mengalahkan Rating Drama Korea

15 Mei 2020   15:46 Diperbarui: 15 Mei 2020   16:19 42 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Drama di Balik BPJS hingga Mengalahkan Rating Drama Korea
via intisari online Grid.id

Selama masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat adanya wabah pandemic corona virus disease 2019 (Covid-19) banyak diantara warga +62 sedang asyik asyik saja di rumah menikmati drama korea. Tak kalah heboh sebagian di antara mereka didominasi oleh ibu ibu rumah tangga sebab mungkin mereka lebih banyak tinggal di rumah, ataukah mereka lebih peka, ataukah sedang ingin berselancar sembari menghilangkan sedikit penak atas situasi yang tak menentu. 

Sesekali saya ikut nimbrung mengintip komentar di grup pencinta drakor di Twitter dan FB tentang apa sih tontonan mereka  yang terbilang heboh di medsos hingga bisa mengalahkan wacana bantuan langsung tunai (BLT), Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1441, wacana mudik dan atau pulang kampung. 

Memang sih terbilang menarik dan membuat ketagihan, betul mereka serius membangun industry kreatif yang telah dipersiapkan dengan matang bahkan bisa membuat Negara fiksi Uruk pada Descendants of the Sun. 

Drama Korea tersebut yang diperankan oleh Song Joong-ki sangat laris hingga di 27 Negara. City Hunter beda lagi, actor kenamaan dan popular di mata para wanita karena perawakan dan jiwa sosialnya "Lee Min Hoo" telah berakting dengan baik hingga bisa memberangus sebagian besar aktivitas kejahatan di negaranya. 

Hingga di akhir episode dia harus berlawanan dengan pimpinannya sendiri yaitu presiden Korea Selatan di dalam drama tersebut, sebab presiden Korea Selatan sebelum menjabat telah tergabung dalam skandal politik militer internasional hingga menewaskan rekannya di medan perang.

Drama sebagai fakta imaginasi tentu saja lahir atas fakta dan realitas di tengah tengah masyarakat dan kemudian dibuat dalam bentuk naskah fiksi yang penuh dengan imaginasi serata amanat sebagai elemen dari karya fiksi. 

Lain pula dengan drama kita di Indonesia yang menegangkan tapi kita tidak takut, atau membuat kita takut tapi aktornya juga kalang kabut. Bahkan membuat lelucon tapi kita sangat sedih melihatnya sebab tak ada yang tertawa dan itu juga lucu, namun tidak bisa dijadikan candaan sebab nitizen kita sudah kecantol dengan drama lainnya. Sehingga perlu inovasi serta kerjasama yang baik.

Kerja sama yang baik tentu sudah terbukti kurang lebih dua bulan terakhir, sejak ditetapkannya pasien 01 dan 02, konon drama bersama orang Jepang sehingga mereka harus di rumah sakitkan dan hingga melibatkan banyak supporter serta komentator di medsos. 

Di masa masa sulit seperti ini tentu kita semua dituntut untuk lebih sadar dan harus tetap bekerjasama dengan baik. Salah satunya untuk tetap bekerja dari rumah bagi yang tidak dibutuhkan oleh Negara sebab ia bukan pejabat, aparat atau nakes. Demi kesehatan dan keselamatan khalayak khsuusnya diri sendiri dan keluarga yang tercinta tentunya.  

Kebijakan pemerintah atas kenaikan iuran BPJS tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. 

Kenaikan iuran tersebut yang berlaku untuk pengguna kelas I dan II bisa saja wujud perhatian dan kecintaan kepada republik atas situasi perekonomin yang menurun drastic akibat covid-19. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN