Mohon tunggu...
Andini Harsono
Andini Harsono Mohon Tunggu... Freelancer - Traveler - Blogger - Freelancer

Mengurai dunia dengan rasa, pikir dan syukur... Salam sastra Salam budaya Salam berkarya FB : Andini Harsono Twitter : @andiniharsono Instagram : @andini_harsono

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jakarta Indah, Kawan

27 Maret 2014   22:59 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:23 145
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rabu, 26 Maret 2014 menjadi pilihan saya untuk liburan. Mengingat pekerjaan saya yang tidak tentu hari dan jam, maka ketika sedang longgar saya memilih untuk mencuci otak dan juga mata hehe, apalagi kalau bukan jalan - jalan. Nah, kali ini saya melangkahkan kaki menyusuri jalanan Ibukota yang selalu ramai ini. Tujuan saya adalah ke Museum Fatahilah, Kota Tua, Jakarta. Tapi sebelum sampai kesana saya mau mencoba untuk menyusuri rumah - rumah dengan bentuk asli yang rapat pada gang - gang sepanjang Jalan Gajah Mada.

Melihat jajaran rumah yang rapi dengan bangunan kuno dan sebagian besar penduduknya adalah Cina, ada juga betawi asli membuat saya merasa sedang berada pada tahun 1800-an. Khayalan saya langsung bermain. hahaha..

Tidak lama saya menyusuri gang - gang sempit disana dan saya berada di Jl. Keselamatan, daerah Gajah Mada. Tepatnya dibelakang ruko - ruko yang berjajar di sekitar sana, saya menemukan Bakmi Ayam Bang Rusdi yang konon dia Bakmi ayam yang paling jempolan di daerah sana. Begitu takjub saya ketika langsung disuguhkan pesanan saya yaitu Bakmi Ayam Pangsit Rebus yang ternyata porsinya MasyaALLAHsampai luber di mangkok.

[caption id="attachment_317391" align="aligncenter" width="300" caption="Bakmi Ayam Pangsit Rebus Rusdi, lihatlah porsinya :D ( dokumentasi pribadi )"][/caption]

Kenyang dengan Bakmi Ayam Pangsitnya Bang Rusdi, saya melanjutkan perjalanan saya menuju Kota Tua. Oya saya lupa cerita, kalau saya menuju Gajah Mada tadi menggunakan Bus Transjakarta dari arah Blok M - Kota, turun di Sawah Besar lalu berjalan kaki. Lumayanlah hitung - hitung bakar lemak yang menumpuk di perut :D Dari Gajah Mada saya naik angkot 08 jurusan Tanah Abang - Kota. Tidak sampai 20 menit saya sampai, karena agak sedikit tersendat di Glodok. Biasaaaaa..... Ongkosnya Rp. 3.000,-

Sesampainya di Kota tujuan saya pertama adalah Museum Wayang. Hmm.. sudah bertahun - tahun lamanya saya ngidam kesini dan akhirnya bisa terwujud. Horee.

[caption id="attachment_317392" align="aligncenter" width="300" caption="Di pintu masuk Museum Wayang, narsis dulu ah :D ( dokumentasi pribadi )"]

13959085761693465383
13959085761693465383
[/caption]

Di Museum Wayang ini kita disambut dengan sepasang Wayang Golek yang besar. Lalu ada patung Semar dan beberapa wayang lainnya. Retribusi Museum ini sebesar Rp. 5.000,- orang, kalau Pelajar Rp. 2.000,-/orang, anak - anak Rp. 3.000,-/orang. Cukup murah kan? Kebetulan waktu saya berkunjung ke Museum Wayang sedang ada rombongan dari SD di Jakarta Utara dan mereka menonton film kartun yang berdurasi 15 menit. Saya ikut masuk saja penasaran apa sih ceritanya? Ternyata film kartun ini bercerita tentang peperangan antara Arjuna dan Karna yang akhirnya dimenangkan oleh Arjuna. Seru. Idenya menarik, menceritakan tentang wayang tapi dikemas dalam kartun. Namun, agak sedikit sedih ketika ada orang tua murid memberitahu anaknya ketika ada adegan Arjuna sedang mengeluarkan jurus andalannya dan keluar sinar putih pada cerita itu, Ibu itu berkata pada anaknya, "Lihat Nak, ada ultramen. Tuh Ultramennya lagi berantem melawan penjahat" ( tueeenngg... Arjuna dibilang Ultramen :( ). Padahal sebelumnya sudah ada Guide yang memberi informasi tentang cerita dan tokoh - tokoh pada film tersebut. Ini yang harus mulai diperhatikan. Tidak perlu pemerintah deh, kita - kita saja. Yang lebih tahu sebaiknya segera untuk membenarkan, agar generasi muda kita mengenal sejarah dan budaya bangsa sendiri. Semoga setelah ini akan ada generasi yang membuat animasi - animasi yang menceritakan tentang sejarah. Aminn..

Usai menyaksikan film pendek, saya lanjut berkeliling museum. Berjajar rapi wayang - wayang koleksi museum. Saya memang jatuh cinta dengan wayang sejak kecil. Terutama wayang kulit. Bukan karena saya orang Jawa yaa, tapi karena memang tokoh dan cerita wayang itu banyak filosofinya. Yang paling saya suka adalah gunungan. Karena dalam gunungan tersebut menceritakan tentang kehidupan manusia/makhluk hidup dari lahir hingga mati. Keren kan?

[caption id="attachment_317393" align="aligncenter" width="300" caption="Gunungan pada pementasan wayang kulit ( dokumentasi pribadi )"]

13959096502089445234
13959096502089445234
[/caption]

Puas berpelukan dengan Museum Wayang, saya melangkahkan kaki masuk ke Museum Fatahilah. Tiketnya sama Rp. 5.000,-/orang. Karena sedang dalam proses renovasi maka pengunjung diharuskan melepas alas kaki yang digunakannya dan diganti dengan sandal ringan yang telah disediakan. Masuk ke museum itu saya merasa ada yang aneh. Khayalan saya bermain lagi, apalagi ketika menuruni tangga menuju ke penjara bawah tanah, saya merasa menjadi tahanan. MasyaALLAH.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun