Mohon tunggu...
Andhika Zulkarnaen
Andhika Zulkarnaen Mohon Tunggu... Penggiat Media Online, Pemerhati Branding/Marketing, Penikmat Kopi, Musik dan Film.

Penggiat Media Online, Pemerhati Branding/Marketing, Penikmat Kopi, Musik dan Film. Founder www.cultura.id

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Soft Skill, Kunci Berkompetisi dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

3 April 2020   06:43 Diperbarui: 7 April 2020   09:01 998 11 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Soft Skill, Kunci Berkompetisi dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman
ilustrasi mencari inovasi. (sumber: g-stockphoto via kompas.com)

Sering sekali saya bertemu dan berhubungan dengan Millenial dan Gen Z, baik itu dalam bersosialisasi maupun bekerjasama. 

Mereka rata-rata dengan rentan usia 19-30 tahun (yang saya temui) sangat cepat belajar mengenai hal-hal baru, terutama yang berhubungan dengan teknologi dan kreativitas. Tak bisa dipungkiri kalau skill, knowledge dan ide kreatif mereka luar biasa. Sayangnya  masih sangat minim dengan soft skill.

Di zaman serba digital, perubahan semakin cepat, penuh ketidakpastian, rumit, dan diwarnai dengan keberagaman, manusia dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Dengan berkembangnya teknologi dan era milenium saat ini, semua jauh lebih cepat dan mudah. Dengan itu banyak persoalan krusial yang saya rasakan terutama masalah mental, dan ini lebih banyak terjadi pada kaum muda tadi.

Setiap individu yang bekerja ataupun berbisnis harus mempersiapkkan diri dengan selalu belajar hal-hal baru dan melatih skill yang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan. 

Semua orang tau itu. Sayangnya masih banyak yang tidak terlalu memperhatikan pentingnya soft skill. Kemampuan dalam menyikapi sebuah masalah, beradaptasi, bersikap/berperilaku, berkomunikasi, kepemimpinan dan sebagainya.

Hard Skills & Soft Skills | via djarumbeasiswaplus.org
Hard Skills & Soft Skills | via djarumbeasiswaplus.org
Hard skill bisa kita peroleh dari edukasi formal di sekolah dan kampus, juga dalam program pelatihan, magang, workshop, dan sebagainya. Hard skill bisa dievaluasi, dipelajari dan diukur langsung. 

Hard skill juga menjadi aspek utama yang dilihat pertama kali oleh pemberi kerja untuk membandingkan antara satu pekerja dan pekerja lainnya. Sedangkan soft skill adalah artribut personal (kepribadian), yang terlihat dari bagaimana cara kita berinteraksi dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Soft Skills | via qariaty.com
Soft Skills | via qariaty.com

Soft skill merupakan aspek penting dalam kesuksesan karir dan kehidupan kita. Menurut Lindsey Pollak (penulis buku "Becoming The Boss"), mengatakan bahwa soft skill adalah aspek yang paling penting untuk dimiliki ketika menjajaki dunia kerja. 

Performa kita dalam pekerjaan hanya dipandang sebagai 'tugas'. Sementara sebuah 'tugas' itu bisa dikerjakan ribuan orang lain, soft skill-lah yang membedakan kita dengan mereka dan bisa membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi.

Generasi Instant

Dengan pengalaman saya bertemu banyak orang, bekerjasama dalam bisnis, dan khususnya merekrut freelancer untuk mengerjakan project-project klien, mayoritas mereka (pekerja freelance) yang saya temui tidak memiliki soft skill. Ada yang etika/attitude-nya buruk, cara berkomunikasi dan tanggung jawabnya tidak baik, kemampuan problem-solving dan self-motivation rendah, dan tidak sanggup bekerja under pressure. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN