Nanda Rizka S Nst
Nanda Rizka S Nst Mahasiswi

Football enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Jika Mourinho Melatih Tim Nasional dan Loew Melatih Klub

11 Januari 2018   22:27 Diperbarui: 11 Januari 2018   23:04 1590 2 1
Jika Mourinho Melatih Tim Nasional dan Loew Melatih Klub
getty image

Sebuah tim sepakbola tentunya mempunyai seorang pelatih yang dipercaya untuk dapat membantu tim mengarungi kompetisi. Membuat beberapa regulasi dan kadang menentukan nasib pemain, diturunkan atau tidak. Beberapa pelatih kelas dunia telah membuktikan diri sebagai sosok tangguh dalam terciptanya beberapa gelar. Ada yang mulai dari awal membentuk timnya dan ada pula yang sepertinya bekerja lebih ringan karena memiliki pemain bintang. Ada pelatih yang berhasil dan tidak sedikit pula yang gagal. Seorang pelatih haruslah mempunyai prinsip dan komiten dalam mewujudkan mimpi besar para anak asuhnya.

Pelatih yang telah memberi gelar kadang mendapat perlakuan manis, namun ada pula yang diganti karena alasan yang tidak masuk akan tentunya. Ada beberapa pelatih yang masih bertahan di tim yang sudah puasa gelar 2004 dan ada pula yang belum sampai satu bulan sudah dipecat. Ada yang lebih suka melatih sebuah tim nasional sebuah negara dan ada yang lebih nyaman melatih sebuah klub. Jochim Loew dan Jose Mourinho.

Jika kita simak dari luar, kedua pelatih ini bukan pelatih sembarangan. Jernih payah mereka telah melahirkan pemain-pemain dunia nan berbakat dan tangguh di posisinya. Loew di timnas Jerman dan Mourinho sudah malang melintang menduduki jabatan pelatih sebuah klub. Namun, apa jadinya mereka mencari tantangan baru? Meski Jose Mourinho pernah mengatakan tidak tertarik untuk melatih sebuah tim nasional, tetapi tidakkah kita akan menganggapnya sebagai sesuatu hal yang berbeda?

newsatmap.com
newsatmap.com
Jos Mrio dos Santos Mourinho Flix, pria berumur 54 tahun yang lahir di Setubal, Portugal, 26 Januari 1963 telah membuktikan diri sebagai pelatih profesional di sepakbola. Bukan hanya pandai meracik sebuah tim dengan kekuatan mumpuni, The Special One, julukannya, juga pandai meracik api dengan komentar nya terhadap pelatih maupun pemain lain. Benar-benar orang yang spesial.

Mou, sapaannya, mengawali karir kepelatihannya di Barcelona. Ya, menjadi asisten pelatih Louis Van Gaal yang saat itu menangani La Blaugrana. Mourinho kemudian menjadi manager di Barcelona B sebelum pindah ke Benfica di tahun 2000. Kemudian di Leira sampai akhirnya berlabuh di FC Porto di 2002. Bersama Porto, Jose Mourinho mempersembahkan juara Liga Portugal dan UEFA Champions.

Pindah dari Porto, Mourinho menyebrang ke Inggris, mendarat di Stamford Bridge dan mempersembahkan kenangan manis bersama Chelsea dengan mempersembahakn trofi Liga Inggris dua musim. Mencari pengalaman, ia lantas ke Italia, bersama Internazionale meraih tiga gelar dalam satu musim (Liga Italia, Copa Italia dan tentunya UEFA Champions). Mourinho disanjung. Tidak ingin berlama-lama di Italia, pelatih ini menandatangani kontrak dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Di Madrid-pun sukses besar dengan menjuarai Copa del Rey ditahun pertama dan La Liga Spanyol di tahun kedua.

Selesai dengan El Real, Mou kembali ke pelukan mantan. Ia kembali ke London, Chelsea. Pun dengan tetap mempersembahkan gelar Liga Inggris dan Piala Liga. Istirahat selama satu tahun, di 2016 Mourinho secara hal yang tidak saya duga melatih klub asal Manchester, Manchester United. Beliau tidak pernah absen memberikan gelar dengan Community Shield, Piala Liga dan tentunya gelar Europa League.

bbc.com
bbc.com
Beralih ke Joachim Loew yang lahir di Schnau, West Germany. 03 Februari 1960 sebenarnya pernah melatih beberapa klub diantaranya adalah Winterthur Jgd, FC Frauenfeld, VfB Stuttgart, Fenerbahce, Karlsruher SC, Adanaspor, FC Tirol, dan Austria Vienna. Namun, saya yakin beberapa orang akan mengenalnya sebagai pelatih tim nasional Jerman.

Di tangan pelatih berusia 57 tahun ini, Jerman menjadi negara yang pantang dianggap remeh. Terhitung bangkit sejak 2004, Jogi, sapaan akrabnya, berhasil membawa Jerman ke Final Euro 2008 (kalah 0-1 vs Spanyol), Juara ke-3 Piala Dunia 2010, Semifinal Euro 2012 (kalah vs Italia 1-2) dan tentunya Juara Piala Dunia 2014. Dan orang akan terus mengingat ketika mereka menjungkalkan Brasil 1-7 meski kalah di Euro 2016 setelah terhenti di semifinal melawan tuan rumah, Prancis.

Prestasi Loew dan Mourinho tidak pernah diragukan. Mereka masing-masing mempunyai kepribadian dan ciri khas yang berbeda. Namun, yang belum dilihat adalah mampukah mereka keluar dari zona mereka masing-masing untuk mencoba hal yang baru.

Ya, semoga Loew tertarik untuk mengambil alih kursi Zinedine Zidane dan Mourinho bersedia melatih Timnas Portugal.