Lihat ke Halaman Asli

Yana Haudy

TERVERIFIKASI

Ghostwriter

Regenerasi Band Papan Atas, Tersendat atau Wajar?

Diperbarui: 6 Juni 2023   15:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Padi Reborn dengan formasi lengkap Piyu, Fadly, Rindra, Yoyo, dan Ari tampil di Kota Semarang (24/11/2019) Foto: KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA 

Enam puluh lima ribu tiket konser perayaan 30 tahun Dewa 19 berkarya pada November 2022 lalu ludes terjual hanya dalam satu jam. Pun tiket Coldplay yang akan manggung November 2023 di Jakarta sudah full booked alias habis dipesan sejak pertengahan Mei.

Uniknya, para remaja juga ikut war tiket Coldplay. Padahal Coldplay terbentuk tahun 1997 waktu mereka belum lahir. Itu juga tahun yang sama saat ibu-bapak mereka masih jadi pelajar dan mahasiswa jejingkrakan nonton konser Dewa 19 di acara pentas seni sekolah dan kampus.

Jadi menurut saya antre pesan tiket Coldplay yang sengit sampai disebut war, bukan karena orang kena FOMO (fear of missing out/takut ketinggalan hal yang sedang tren), melainkan karena minimnya band-band baru yang sepopuler Coldplay dan Dewa.

Pada masa emasnya bersama Padi, Sheila on 7, Base Jam, dan Peterpan (ganti nama jadi Noah di 2009), semua lagu Dewa jadi hits. Hampir semua anak muda waktu itu pasti hapal lagu-lagu mereka. 

Menoleh ke belakang sebelum Dewa berdiri, ada Slank, Kahitna, Potret, dan Jamrud yang lagu-lagunya juga menghiasi tangga lagu di radio dan penjualan kaset. Maju beberapa tahun ke depan kita mengenal Mocca, Ten 2 Five, Kerispatih, dan Kangen Band yang jadi regenerasi selepas Dewa dkk.

Jadi bisa dibilang masa 1990-an sampai awal 2000-an adalah masa dimana musik Indonesia dimeriahkan oleh banyak band. Masa jaya band luar negeri pun berlangsung di era yang sama. Mendekati tahun 2010 hampir tidak ada band baru di tanah air yang populer. 

Band Masa 1970-an sampai Awal 2000-an.

Sejak 1970-an sampai awal 2000-an, band-band baru bermunculan dan populer mewakili generasi zamannya, namun makin mendekati tahun 2010 hampir belum ada band baru yang jadi idola generasinya. 

Band yang termasuk baru mungkin Wali yang album pertamanya rilis pada 2008. Tapi Wali sebenarnya band 1990-an karena sudah terbentuk sejak 1999.

Belum adanya band sebesar Dewa 19 dkk di Indonesia setelah tahun 2010 kemungkinan karena:

1. Fans musik ABG (anak baru gede) saat itu sedang gandrung dengan boyband dan girlband seperti SMASH dan Cherrybelle. Buat label mayor, selera pasar adalah segalanya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline