Lihat ke Halaman Asli

Try Raharjo

Orang Republik

Protokol Kesehatan Tidak Cukup, Jaga Juga Kebersihan Lingkungan

Diperbarui: 21 Juli 2021   10:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penulis (kiri) dan Ibu Nindy dari PT Pegadaian Area Purwokerto. | Dokpri


Kesehatan adalah modal utama untuk beraktivitas menjalani hidup dan meraih kesuksesan. Pada saat kesuksesan telah diraih pun, hidup akan sia-sia jika kita jatuh sakit. Kesuksesan menjadi lengkap bila kita dalam keadaan sehat.

Sejak sekira dua tahunan ini orang diingatkan kembali kepada arti pentingnya nilai kesehatan tersebut. Anjuran untuk melaksanakan protokol kesehatan pun semakin kuat disosialisasikan, mengingat kian luasnya persebaran wabah virus Covid-19 di negara kita.

Tidak hanya melaksanakan protokol kesehatan, vaksinasi juga gencar dilakukan dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh. Namun yang tidak kalah penting tentu adalah selalu menjalankan gaya hidup sehat dan bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Ini bukan saja soal makan makanan sehat dan bergizi, olahraga teratur, menghindari stress berlebihan dan menjaga akal budi kita agar tetap berpikir positif namun juga jangan lupa menjaga kebersihan lingkungan hidup di tempat tinggal dan sekitar kita.

Jangan biarkan sampah rumah tangga menumpuk terlalu lama hingga berhari-hari di lingkungan tempat tinggal karena dapat mengundang tumbuhnya aneka macam bakteri dan virus yang dapat merugikan kesehatan.

Ada dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah rumah tangga berupa materi yang mudah hancur atau membusuk, misalnya sisa sayuran atau tanaman, kertas, dsb.

Sementara sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur atau terurai oleh mikroba, misalnya tas kresek, kemasan plastik, peralatan elektronik atau lampu yang tak dapat digunakan lagi, dsb.

Letakkan sampah dalam dua kantong atau dua tempat sampah yang berbeda sesuai jenisnya. Pisahkan juga sampah-sampah yang kering bila nanti ada yang bisa mendaur ulang sampah tersebut tanpa kotor dan bau.

Bila di lingkungan tempat tinggal anda terdapat bank sampah, hubungi atau jalin kerjasama untuk melakukan pengelolaan sampah. Bank sampah adalah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengelolaan sampah.

Tujuan dari pengelolaan tersebut adalah supaya sampah dapat memiliki nilai ekonomi. Melalui pemilahan yang tepat,  sampah dipilih sesuai kategori dan diupayakan dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Sampah organik diubah menjadi pupuk kompos, sedang sampah non organik ditangani lebih khusus untuk dapat digunakan kembali atau didaur ulang jika masih memungkinkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline