Lihat ke Halaman Asli

SH Tobing

Berbagi Untuk Semua | shtobing@gmail.com | www.youtube.com/@belajarkoor

Empang Raksasa Itu Namanya Jakarta

Diperbarui: 9 November 2021   09:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi air menggenang di jalan akibat cuaca ekstrem. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Anak-anak sekolah yang mulai belajar bahwa sifat air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, pasti mengerti bagaimana proses terbentuknya sungai. Yaitu ketika air tidak bisa terserap oleh tanah yang sudah jenuh, maka air mengalir daerah yang lebih rendah. 

Jadi kalau ada yang bergelar akademis tinggi, tapi tidak mengerti mengapa sungai terbentuk (Baca), itu namanya kebangetan.

Sungai Itu Ciptaan Tuhan

Akibat gaya gravitasi maka aliran air seperti memilih ceruk yang paling rendah di tanah, sehingga terbentuklah sungai. Demikian seterusnya sehingga sungai sampai ke lautan dimana aliran air berhenti dan berkumpul.

Selanjutnya terjadi siklus air, mulai dari penguapan yang membantuk awan dan terbawa angin laut ke gunung-gunung lalu menjadi hujan di gunung. 

Begitu juga sebaliknya, bila angin bergerak dari gunung, atau disebut angin gunung, membawa awan menuju ke laut dan hujan di lautan atau mungkin sudah tercurah sebelum sampai ke lautan.

Kalau kita membaca kitab-kitab suci, berbagai nama sungai cukup sering disebutkan, seperti sungai Nil, Efrat, Tigris dan sebagainya. 

Bahkan di beberapa kitab suci, diuraikan bahwa Tuhan sengaja menciptakan "sungai" agar air mengalir dan berkumpul di tempat yang rendah, sehingga terbentuklah daratan-daratan. Bahkan di Taman Eden terdapat sungai yang mengalir melaluinya.

Lautan, Tujuan Akhir Aliran Sungai Secara Alamiah | dokpri

Air Secara Alamiah Mencari Dataran Rendah

Dengan demikian, air sungai mengalir dari gunung ke laut adalah hal yang alamih. Apapun yang dilakukan kalau tanah di daerah yang lebih tinggi mengalami kejenuhan air, maka air akan mengalir pergi ke tempat yang rendah.

Ketika air sungai mengalir ke laut dan menemukan dataran, atau ceruk, maka mereka akan berkumpul di sana, membantuk empang, embung, rawa bahkan danau. Selanjutnya ketika empang, embung, rawa dan danau tersebut penuh, maka air akan melanjutkan perjalanannya.

Air yang tergenang dan terkumpul di Empang, embung, rawa atau danau, karena tidak dapat terserap oleh tanah. Atau terserap sangat sedikit sekali, dibandingkan dengan jumlah air sungai yang masuk. Hukum jumlah masuk = jumlah keluar berlaku di sini, dan mengalirnya air melanjutkan perjalanannya adalah hal yang alamiah.

Tidak Bisa Dilawan Manusia

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline