Lihat ke Halaman Asli

Richard Wisianto

Mahasiswa Manjemen Bisnis

Mengenal Strategi Line Extension pada Suksesnya Penjualan Produk Apple

Diperbarui: 30 Mei 2022   13:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: (Apple Inc, 2022)

Apakah pernah kalian melihat atau membayangkan sebuah perusahaan yang kapitalisasi pasarnya setara dengan GDP ( Gross Domestic Product ) suatu negara sebesar Indonesia bahkan 3 kali lipat lebih besar kapitalisasinya dari GDP ( Gross Domestic Product ) negara Republik Indonesia. GDP ( Gross Domestic Product ) atau yang kita kenal PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi suatu negara  (bps.go.id, 2022). Indonesia dikenal sebagai negara yang masuk dalam peringkat ke - 15 daftar negara terbesar di dunia (kontan.co.id, 2021). Melalui hali ini kita tentunya dapat berfikir bahwa GDP yang dimiliki Indonesia pasti cukup besar bukan?

Tentu kalian tidak salah membaca, Apple Inc merupakan perusahaan teknologi asal negara Amerika yang masuk dalam daftar perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar sekarang. Melansir dari (marketeers.com, 2022) kapitalisasi perusahaan Apple menyentuh US$ 3 triliun, setelah nilai saham mereka menyentuh angka US$ 182,88 per lembar pada awal pekan. Kapitalisasi ini melebihi GDP Indonesia yang sebesar US$ 1 triliun bahkan 3 kali lipat melansir dari (cnbcindonesia.com, 2022). Tentunya kalian pasti berfikir bagaimana caranya sebuah perusahaan bisa memiliki valuasi yang melebihi sebuah negara bahkan hingga 3 kali lipat. Nah, melalui artikel ini akan saya bahas mengenai salah satu strategi Apple dalam membuat pertumbuhan valuasi perusahaannya melebihi GDP suatu negara.

2-6293855453e2c34f0a077fa2.jpg

Sumber gambar: (Apple Inc, 2022)

Apple Inc setiap tahunnya mulai dari perilisan produk pertama mereka hingga sekarang selalu mengeluarkan lebih dari satu varian tipe pada setiap lini produk mereka. Mulai dari Iphone 3G - 3GS, Iphone 4 – 4S, Iphone 5- 5C – 5S, Iphone 6- Plus – 6S Plus hingga Iphone 13 Mini, Iphone 13, Iphone 13 Pro dan Iphone 13 Pro Max. Bukan hanya pada lini Iphone mereka melainkan juga dilakukan oleh hampir seluruh lini produk yang dimiliki Apple seperti produk IMac, Airpods, Headphone, Mac book. Pasti kalian sekarang sadar dengan strategi Apple ini. Tapi strategi apakah yang dilakukan Apple ini ? Mengapa hal seperti ini dilakukan Apple ? Apakah dengan strategi ini Apple dapat menjadi perusahaan besar seperti sekarang ?

Line Extension

Strategi yang dilakukan Apple ini dikenal dengan sebutan Line Extension, strategi ini berdasarkan (Trout, 2017) merupakan sebuah strategi dalam bentuk produk baru yang diluncurkan di pasar oleh perusahaan dengan merek mapan dalam kategori produk yang sama. Mereka dirancang untuk menantang pesaing dengan tawaran nilai atau pemosisian unik, melindungi merek unggulan dari menipiskan premium mereknya. Line Extension adalah strategi produk yang menggabungkan sedikit sentuhan pada merek yang sudah mapan. Hal ini menggunakan nama dan citra merek induk dan biasanya dalam kategori produk umum yang sama tetapi tidak menyimpang terlalu jauh. Strategi Line Extension ini mengurangi risiko produk daripada sebuah perusahaan meluncurkan produk yang sama sekali baru atau menjalankan perluasan merek. Konsumen sudah terbiasa dengan produk yang ada dan lebih cenderung mencoba lini produk baru (Duckler, 2021). Mungkin keuntungan yang paling jelas dari Line Extension adalah memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan. Line Extension dapat bermanfaat bagi sebuah merek, tetapi hal ini tidak dengan menawarkan terlalu banyak opsi produk (Odjick, 2021). Memastikan ekstensi yang direncanakan untuk dibuat berdasarkan pada riset, tren audiens, dan selaras dengan apa yang sebenarnya diinginkan orang – orang pada saat ini.

Sumber gambar: Ferry S

Bagi perusahaan Apple, Line Extension adalah strategi berisiko rendah yang secara umum memperpanjang siklus hidup produk atau layanan. Hal ini memungkinkan Apple untuk memanfaatkan apa yang diketahuinya tentang pelanggan setia mereka, apa yang mereka ketahui dengan baik, atau kekuatan yang mereka miliki, dan jaringan pemasok dan distributor yang telah mereka bangun. Memiliki lebih banyak pilihan dalam kategori produk tertentu memberi Apple Inc keunggulan kompetitif karena pelanggan mereka memiliki lebih banyak pilihan produk untuk dipilih. Walaupun strategi ini tidak berarti bebas dari risiko. Melakukan kesalahan berarti membuang - buang uang, sumber daya dan berpotensi merusak citra dan reputasi merek Apple. Penelitian dari Harvard Business School menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi perusahaan saat meluncurkan produk baru adalah kurangnya persiapan seperti Research and Development.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline