Lihat ke Halaman Asli

Raja Lubis

TERVERIFIKASI

Pekerja Teks Komersial

"The Beekeeper" dan Pentingnya Hati Nurani di Atas Hukum dan Kecanggihan Teknologi

Diperbarui: 15 Januari 2024   17:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada filosopi penting tentang lebah yang menjadi benang merah film ini. (Dok Amazon MGM Studios via IMDb)

Ketika saya kuliah, salah seorang dosen selalu menanamkan bahwa orang yang akan sukses di masa depan adalah mereka yang menguasai dua hal: bahasa dan teknologi. Oleh karena itu saya mengambil program double degree. Saat siang saya kuliah Teknik Informatika, malam harinya kuliah Bahasa Inggris.

Setelah lulus, pekerjaan pertama yang saya dapatkan adalah sebagai seorang BB (Blackberry) Developer. Tugasnya adalah membuat sistem informasi yang bisa diaplikasikan di perangkat yang menggunakan sistem operasi BB. Ya, saat itu android belum terlalu populer.

Selama bekerja, saya menemukan bug di aplikasi yang terkesan memang disengaja. Hal ini dilakukan agar klien melakukan maintenance terus menerus ke pihak pembuat aplikasi. Biasanya setelah free maintenance selama satu tahun sebagai bagian dari layanan after sales, proses maintenance akan menjadi berbayar.

Dan tentu itu semua dilakukan demi uang, uang, dan uang. Akhirnya saya menemukan keyakinan kalau teknologi itu hanyalah alat semata. Baik buruknya tergantung penggunanya mau dibawa ke mana. Sukses bukanlah milik mereka yang pintar teknologi tapi milik mereka yang punya hati nurani.

Bermula dari kejahatan finansial teknologi

Pengalaman singkat saya tentang celah teknologi yang bisa 'dimanfaatkan', akan berkelindan dengan film terbaru yang baru saja saya tonton, The Beekeeper. Dan ini ceritanya!

Digambarkan sebuah kantor yang bergerak di bidang layanan data pelanggan. Satu orang memakai microfon berdiri di antara banyak orang seraya memandu mereka bagaimana melayani pelanggan dengan baik.

Tapi rupanya yang mereka lakukan adalah pencurian data pribadi dengan modus install aplikasi anti virus terbaru di komputer korban. Calon korban akan dipengaruhi psikisnya agar mengikuti instruksi hingga secara tidak sadar ia memberikan data informasi pribadi yang rahasia.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, mereka akan menguras habis uang yang ada di rekening korban. Dan yang menjadi korban adalah seorang nenek tua dengan uang 2 juta dollar AS. Naasnya, uang tersebut adalah milik badan amal yang ia kelola. Sang nenek pun memutuskan bunuh diri.

Kasus tersebut menarik perhatian Adam Clay (Jason Statham), tetangga si nenek sekaligus satu-satunya orang yang menerima dia setelah pensiun dari 'Pawang Lebah'.

Clay memutuskan menghabisi orang-orang yang bertanggung jawab dalam kasus penipuan tersebut.

Aksi adam Clay membakar kantor si penipu(Dok Amazon MGM Studios via reason.com)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline