Lihat ke Halaman Asli

POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR

Profesional Development - Sokrates - Binus Creates

Masalah PJJ

Diperbarui: 27 Mei 2021   14:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. pribadi

"Berdasarkan sumber dan media yang penulis perhatikan, ada 5 hal yang menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran jarak jauh"

Sejak mulai bulan Maret 2020, kegiatan sekolah dilakukan selama PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) dimana semua kegiatan dilakukan secara online atau lebih dikenal dengan belajar dari rumah. Hal ini terpaksa dilakukan demi mencegah penularan virus Covid 19 disekolah dimana sekolah menjadi salah satu tempat yang sangat rentan dalam penularan Covid 19.

Sejak dimulai PJJ sampai akhir semester dan kemungkinan besar akan dilakukan juga pada tahun ajaran 2020-2021 walaupun di kalender akademik sekolah tanggal 13 Juli merupakan awal tahun ajaran baru tetapi proses pembelajaran akan dilakukan secara jarak jauh atau online terutama di daerah yang belum zona hijau.

Baca juga : Optimalisasi Penggunaan E-Raport dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMP Negeri 2 Kota Bekasi

Tentunya dalam melaksanakan kegiatan ini tidak lepas dari Kendala dan dari beberapa sumber dan media yang penulis perhatikan sejak bulan Maret sampai dengan bulan Juni, ada 5 hal yang menjadi permasalahan utama dalam proses pembelajaran jarak jauh :

  1. Tugas siswa yang menumpuk
  2. Jaringan Internet yang kurang mendukung
  3. Orang tua stress karena tiba-tiba jadi pendidik
  4. Sulit mengontrol Proses pembelajaran yang dilakukan oleh Guru
  5. Guru yang tidak menguasai Teknologi dalam Pembelajaran

Memasuki Tahun Ajaran 2020-2021 tentunya kita berharap hal tersebut tidak ada lagi, berikut ini merupakan beberapa usulan atau masukan dari penulis untuk seluruh tenaga pendidik di Indonesia.

1. Kolaborasi Mata Pelajaran. Kita bisa membayangkan betapa beratnya beban siswa jika semua mata pelajaran diberikan tugas dengan waktu pengumpulan tugas yang hampir bersamaan. Sebagai contoh jika seorang siswa SMP dengan 15 mata pelajaran memberikan tugas diwaktu bersamaan, artinya dia harus menyelesaikan 15 tugas dengan waktu pengumpulan yang berdekatan. 

Tentunya ini akan membebani peserta didik kita. Hal ini sebenarnya bisa disikapi dengan kolaborasi mata pelajaran sehingga dari 15 mata pelajaran itu hanya menjadi 3 tugas. 

Baca juga : Diskusi Pedagogik IKA UNJ, Atasi Masalah PJJ dengan Komunikasi Intensif

Contohnya Mata pelajaran Metematika, Fisika, Bahasa Inggris, Komputer dan Biologi menjadi satu tugas dalam bentuk project atau dapat dikatakan dengan menggunakan metode Project Base Learning

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline