Mohon tunggu...
Indah Arum Safitri
Indah Arum Safitri Mohon Tunggu... Mahasiswa

Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu -(Ali bin Abi Thalib)

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Apakah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Efektif di Indonesia?

24 Mei 2021   21:31 Diperbarui: 24 Mei 2021   21:42 152 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Efektif di Indonesia?
bobo.grid.id

 Itulah judul yang saya tulis, dan itu pertanyaan saya bagi mereka yang membaca artikel ini. Sejak pandemi COVID-19 global, kita harus menyesuaikan banyak aktivitas sesuai dengan situasi. Termasuk pembelajaran jarak jauh untuk mendukung rencana pemerintah memutus rantai penularan COVID-19. 

Namun, menurut saya pembelajaran jarak jauh semacam ini sangat tidak efisien. mengapa demikian? Karena beberapa faktor pendukung seperti sumber daya manusia, ketimpangan sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), wilayah dan aspek lainnya masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Beberapa faktor yang ingin saya bicarakan, akan saya jelaskan di sini.

Yang pertama adalah faktor sumber daya manusia. Sumber daya manusia harus memiliki kemampuan yang berbeda-beda, termasuk kemampuan menyerap informasi atau pengetahuan. Menurut saya, dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh ini, banyak siswa yang tidak terbiasa dengan sistem pembelajaran tatap muka, yang dapat mempengaruhi tingkat efek pembelajaran. Dalam hal ini, hakikat belajar akan terganggu, karena keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut hanya akan membekukan kewajibannya sebagai siswa. 

Kedua, faktor ketimpangan sosial. Menurut saya, ketimpangan sosial juga akan mempengaruhi keefektifan metode pembelajaran jarak jauh. Karena metode ini, siswa dipaksa untuk memiliki peralatan teknis yang tidak terjangkau oleh semua siswa. Sekalipun semua siswa mampu membelinya, spesifikasi peralatan teknis ini pasti akan berbeda dari siswa ke siswa.  

Ketiga, IPTEK. Menurut saya, kemajuan teknologi sangat pesat, belum diimbangi dengan pengetahuan pengguna. Banyak dari kita masih belum cukup mengetahui tentang penggunaan teknologi. Tentunya hal ini juga akan mempengaruhi keefektifan metode pembelajaran jarak jauh, karena tidak semua siswa dapat dengan cepat belajar memahami teknologi. 

Keempat, faktor teritorial. Wilayah Indonesia terbentang dari Sabang hingga Mellock, dan banyak pelajar lokal memilih berimigrasi ke kota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Sayangnya dengan metode pembelajaran jarak jauh saat ini, karena sulit untuk mendapatkan jaringan yang stabil, mereka yang berada di dataran tinggi atau daerah pegunungan menjadi terhambat. Anda pasti merasa cara ini kurang efektif, karena untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh harus mencari tempat lain dengan jaringan yang kuat.

Kelima, faktor lainnya. Menurut saya, faktor lain yang dapat mempengaruhi keefektifan metode pembelajaran jarak jauh adalah latar belakang ekonomi. Latar belakang ekonomi membuat setiap siswa memiliki aktivitas yang berbeda, jika siswa di kota hanya dapat melaksanakan kegiatan pendidikan sebagaimana mestinya, maka anak-anak perantauan yang kembali ke kampung halaman akan memiliki aktivitas baru, yaitu membantu orang tua. Prioritas mereka biasanya hanya belajar, kemudian mereka akan beradaptasi kembali dengan rutinitas yang ada, tentunya hal ini akan berpengaruh pada efek belajar mereka. 

Ini adalah pandangan saya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan metode pembelajaran jarak jauh di Indonesia.  Berdasarkan faktor-faktor yang saya uraikan, saya kira kalau harus digunakan di Indonesia, cara tersebut belum efektif. Namun, jika metode pembelajaran jarak jauh ini akan digunakan secara permanen dalam sistem pendidikan Indonesia, pemerintah harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk menjadikan kekurangan yang ada menjadi bahan evaluasi dan segera memperbaikinya. Saya berharap kedepannya sistem pendidikan Indonesia semakin baik dan melahirkan anak-anak bangsa yang berprestasi di berbagai bidang. 

VIDEO PILIHAN