Lihat ke Halaman Asli

Kang Gandhung Fajar Panjalu

Kompasianer Baru - Sejak 2011.

Pencegahan Stunting Jadi Sorotan Hari Keluarga, Bagaimana Pandangan Islam?

Diperbarui: 29 Juni 2022   04:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 29 Juni 2022, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”. Mengutip situs Kemenkes, diketahui bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Islam sebagai sebuah agama yang mengajarkan nilai-nilai universal, memiliki pedoman untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Salah satu perwujudan dari meningkatnya kualitas hidup adalah meningkatnya kesehatan dan dijauhkan dari stunting.

- Pemberian Bimbingan Perkawinan -

Bimbingan Perkawinan (Bimwin) merupakan pembekalan yang diberikan kepada setiap pasangan calon pengantin. Dalam pelaksanaannya, peserta Bimwin akan mendapatkan materi seputar fiqih munakahat (hukum perkawinan), manajerial keluarga, psikologi keluarga, kesehatan reproduksi, maupun materi lainnya.

Bimwin penting untuk dilakukan, agar calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk menikah. Bukan hanya bekal kematangan fisik berupa kesehatan jasmani maupun aspek finansial semata, namun juga bekal kematangan psikis berupa pengetahuan dan kedewasaan emosi menghadapi berbagai problematika dalam bahtera rumahtangga.

Kematangan fisik dan kematangan psikis memiliki peran yang sama penting. Bukan hanya dalam dunia perkawinan, termasuk juga dalam dunia profesionalisme pekerjaan. Dalam QS al-Qashash ayat 26 dikisahkan kisah ketika putri Nabi Syu’aib mengusulkan kepada ayahnya untuk mempekerjakan Musa. Sang putri tersebut meyakinkan ayahnya bahwa Musa adalah sosok yang “al-Qawiyyu al-Amiin”, yakni orang yang kuat dan dapat dipercaya.

Kuat (al-Qawiyyu) merupakan perwujudan dari kematangan fisik, sementara dapat dipercaya (al-Amiin) merupakan perwujudan dari kematangan psikis. Kedua hal tersebut memiliki kedudukan yang sama penting untuk dimiliki dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam berumahtangga.

- Pemenuhan Gizi selama Kehamilan -

Masa kehamilan merupakan masa yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri. Tentu saja, masa kehamilan tersebut harus diimbangi pula dengan pemenuhan gizi dan perilaku yang sehat. Pemenuhan gizi misalnya dengan makanan tambahan dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum hamil.

Hal tersebut dikarenakan meskipun kehamilan menjadi masa yang membahagiakan, namun di saat yang sama kehamilan merupakan masa yang berat. Allah berfirman dalam QS Luqman ayat 14, yang artinya “Dan, Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…”.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline