Lihat ke Halaman Asli

Kisah Saya Rutin Konsumsi Mi Instan Selama 20 Tahun, dari Kebiasaan hingga Kecanduan

Diperbarui: 28 Maret 2021   16:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi orang makan mi instan (Sumber gambar: Shutterstock)

Tema topik pilihan tentang "Mi Enak" kali ini membuat saya ingin menceritakan kisah saya yang hampir selama saya hidup selalu mengonsumsi mi instan setiap harinya. Iya, setiap hari.

Umumnya memang orang-orang hanya makan mi instan hanya 1-2 kali dalam seminggu, bahkan dr. Frank B. Hu Profesor nutrisi dan epidemologi Universitas Harvard mengatakan bahwa mi instan hanya boleh dikonsumsi sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. (Baca: Berapa Batas Makan Mi Instan dalam Sebulan?)

Mi instan memang tidak boleh dikonsumsi terlalu sering karena tidak baik untuk kesehatan tubuh karena kandungan protein, vitamin, dan mineralnya sangat sedikit dibanding kandungan natrium dan lemaknya.

Ya, saya tahu itu. Saya tahu bahaya konsumsi mi instan berlebihan. Saya tahu, saya sadar, saya takut, dan sialnya saya tidak bisa berhenti.

Kenapa? Karena sepertinya saya memang sudah kecanduan oleh nikmatnya makanan yang menjadi ciri khas makanan anak kos itu.

Ilustrasi anak kecil yang sedang makan mi instan (Foto: Net diambil dari korankaltim.com)

Sejak kecil saya memang terbiasa makan mi instan. Hal ini dikarenakan pengasuh saya dulu selalu memberi makan mi instan.

Ibu bapak saya adalah orangtua pekerja yang tidak bisa selalu mengawasi menu makanan anaknya, sehingga dulu mereka tidak tahu kalau makanan anaknya setiap siang adalah nasi dengan lauk mi.

Mereka baru tahu ketika saya berhenti diasuh orang lain dan mulai merawat dan menjaga saya sendiri saat usia saya sekitar  5 tahun.

Karena terbiasa makan mi, saya selalu meminta jatah makan mi kepada Ibu. Jika tidak diberi, maka saya akan merengek seharian.

Orangtua saya bukanlah orangtua yang terlalu keras dalam mendidik anak, mereka cenderung memperlakukan anak dengan lembut hingga taraf memanjakan.

Jadi, daripada melihat saya terus merengek, mereka pasti akan memberikan mi itu kepada saya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline