Lihat ke Halaman Asli

Idris

Hidup disayang mati dikenang

Anak Rantauan

Diperbarui: 31 Juli 2022   21:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

doc.pribadi

Assalamualaikum wr. wb.

Selamat malam para pecinta tawa

Perkenalkan nama aku Idris, tidak ada kepanjangan nama, adanya kependekan. Tapi biar pendek-pendek begini, aku seneng menghibur orang meski aku miskin hiburan. Asal aku dari Banten, usul aku di Jakarta. aku suka asal kalau usul.

Hobi aku ini melayani tapi tidak bisa di-BO. Bisanya bayar di tempat setelah lemas saat dipijat.

Aku ini anak rantauan sering nahan laper saat tanggal tua, pas tanggal muda aku tambah kelaperan karena habis dipake bayar hutang.

Anak rantauan kaya aku ini hidupnya pas pasan, pas gajian pas ditagih hutang. Tapi biar pas pasan begini aku selalu berusaha untuk berbagi kepada semua orang. Ya, berbagi kesusahan!

Awal ngerantau, aku ke Jakarta. Waktu itu aku pertama kali naik kereta, aku beli tiket keretanya. aku bilang ke kasirnya, mbak beli tiket, terus si mbaknya tanya, mau ke mana pak? aku jawab, ke Jakarta mbak. Si mbaknya bilang, jangan lupa bawa pelampung, Jakarta banjir.

Terus aku ambil tiketnya dan aku jalan menuju keretanya. Tiba-tiba si mbaknya neriakin aku, pak, pak sini dulu. Aku jawab kenapa mbak? Si mbak bilang, tiketnya belum dibayar pak. Oh iya aku lupa belum bayar.

Terus setelah membayar tiket, aku jalan lagi dan masuk ke kereta. Pas aku udah di Kereta, ada Ibu-ibu tanya, Pak mau ke mana? aku jawab, ke Jakarta Bu. Eh, dia jawab, pak kereta yang ke Jakarta bukan ini, tapi yang satunya, kalau ini kereta yang jurusan ke Serang.

Lah, aku salah naik kereta. Terus aku buru-buru turun, aku pindah kereta.  Dan aku masuk ke kereta yang jurusan Jakarta. Terus pas aku naik, tiba-tiba ada sekuriti, pas aku mau duduk, sekuritinya ngusir aku. "Pak keluar, keluar sambil bilang, pak maaf ini kereta bukan kolam renang ko bawa pelampung". Terus aku bilang, oh iya pak maaf. Dan aku keluar buang pelampungnya. Terus aku masuk lagi ke kereta, dan duduk dengan manis menunggu hingga sampai di Jakarta.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline