Lihat ke Halaman Asli

Hana Anisa

Tenaga Pendidik - Surakarta

Internet Menjadi Kebutuhan Primer Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

Diperbarui: 15 Juli 2020   23:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

www.freepik.com

Dunia pendidikan berubah sejak Covid-19 menyerang. Dalam sekejap mata, pembelajaran tatap muka antara guru dan murid yang penuh keseruan di kelas, tiba -- tiba dilarang oleh pemerintah. Pelarangan ini terpaksa dikeluarkan setelah melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang sulit dikendalikan. 

Penyebaran virus yang cukup brutal ini menghantui masyarakat di berbagai daerah di negara kita. Begitupun dengan daerahku di Kota Solo. Aku lahir, besar dan sekarang bekerja di salah satu sekolah sebagai tenaga pendidik di kota ini. Aku masih ingat bagaimana virus corona begitu cepatnya merampas kebersamaanku seluruh civitas sekolah.

Hari Jum'at, 12 Maret 2020 pagi aku masih bersama dengan muridku, berbagi ilmu, canda tawa dan menyaksikan kegembiraan di antara mereka. Sehari setelah itu, kota Solo muncul di berbagai kanal berita nasional karena salah satu pasien virus corona yang meninggal telah teridentifikasi sebagai warga kota Solo dan dirawat di RSUD Moewardi Solo

Begitu berita ini booming, aku dan teman -- teman mulai panik. Kepanikan semakin meningkat ketika banyak wali murid yang menanyakan bagaimana nasib sekolah, karena ini menyangkut kesehatan anak -- anak mereka.

regional.kompas.com

Kehebohan mulai terjadi di group WhatsApp sekolah. Berbagai macam pertanyaan dilontarkan kepada pimpinan sekolah tentang kejelasan sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Saat itu belum ada kepastian. 

Pimpinan sekolah hanya meminta kami untuk sabar dan menunggu informasi resmi. Selain itu, kami juga diminta untuk terus aktif berkomunikasi dengan wali murid perihal kejadian tak terduga ini.

Sambil menunggu kejelasan, pada hari Sabtu dan Minggu (13 -- 14 Maret 2020) aku menyaksikan para pimpinan daerah khususnya Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) dan Pak Rudi (Wali Kota Solo) melalui berita online dan instagram yang sedang berupaya mencari solusi demi warga kota Solo. 

Mereka rapat ini itu, bersama para jajaran yang terkait. Galau menunggu keputusan mereka. Tambah galau lagi, pemerintah mulai meng-update jumlah pasien virus Covid-19 secara berkala.

Dua hari berlalu, akhirnya pada Minggu malam, pemerintah kota menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di kota Solo. Pak Rudi mengeluarkan beberapa poin penting yang harus dipatuhi masyarakat demi kebaikan bersama. 

Salah satu poin penting adalah meliburkan sekolah dari jenjang TK - SMA. Demi memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dihentikan sampai 14 hari ke depan. Akan tetapi, pada kenyataannya penutupan sekolah terus diperpanjang sampai waktu yang belum ditentukan.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline