Lihat ke Halaman Asli

Dini Jembar Wardani

Pengulik tempat, rasa, dan interaksi manusia

Terdampak Pandemi, Pemilik Warung Nasi Umam di Kota Bekasi Terus Berjuang untuk Mempertahankan Usahanya

Diperbarui: 16 Maret 2021   11:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyak usaha warung nasi yang terdampak hingga gulung tikar pada pandemi Covid-19 ini. Beda hal nya dengan Warung Nasi Umam yang masih semangat berjuang, untuk mempertahankan usahanya di tengah pandemi. Choerul Umam sebagai pemilik warung nasi di Gang Rahayu II Bekasi Utara, selalu berinovasi untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

“Dampak yang dirasakan  mulai dari kehilangan para pelanggan, sampai pendapatan menurun hampir 70 persen. Selain itu, biasanya beras habis sepuluh liter sehari , sekarang hanya lima liter dan bahan makanan di pasar rata-rata naik harganya.” ujar Choerul Umam, pemilik warung nasi.

Pelanggan Warung Nasi Umam, yaitu rata-rata warga di kampung sekitar dan karyawan PT KAI Persero. Menurunnya pelanggan dan pendapatan terjadi karena efek adanya pandemi Covid-19 , yang membuat orang-orang untuk memasak sendiri di rumah agar menghemat biaya. Penyebab lainnya yaitu, pelanggan menghindari untuk keluar rumah,ditambah dengan adanya PSBB yang berkepanjangan, serta penghasilan mereka pun berkurang di masa pandemi ini.

Setahun terakhir ,Warung Nasi Umam masih terdampak pandemi Covid-19. Pemilik pun belum merasakan penjualan yang normal seperti biasanya, justru ia merasa perbedaan yang siginifikan. Perbedaan yang dirasakan oleh Umam, sebelum pandemi Covid-19 pendapatan dari warung nasinya sangat tinggi, namun saat pandemi menurun. Menurut Umam jika diibaratkan ,pendapatan yang biasanya sehari dapat Rp 100.000 sekarang hanya Rp 50.000.

Perjuangan Pemilik Warung Nasi Umam

Pandemi Covid-19 sangatlah berdampak terhadap warung nasinya, tetapi Umam masih semangat untuk berjuang serta berinovasi di tengah era pandemi ini. Perjuangan Umam mulai dari bangun pagi untuk belanja ke pasar, hingga membuka warung nasi lebih awal dari biasanya. Berbekal tekad selalu positif, sabar, dan ikhlas merupakan cara Umam untuk menjalani hidupnya. Menurut Umam, kalau libur jualan ia tidak bisa makan.

Selama pandemi ini, banyak risiko yang telah ia hadapi. Mulai dari penurunan penjualan serta pelanggan, tapi hal tersebut tidak membuat Umam putus asa. Meskipun dirinya sadar bahwa usahanya sudah sangat terancam, ia tetap ikhtiar dan yakin bahwa usahanya masih bisa untuk bertahan.

Inovasi Pemilik Warung Nasi Umam

Cara mempertahankan warung nasinya, Umam membuat inovasi yaitu berupa menawarkan paket hemat kepada para pelanggan. Paket yang ditawarkan berupa nasi rames dan minuman, dengan harga murah meriah yaitu Rp 10.000. Selain murah, pemesanan bisa dilakukan secara via online melalui whatsapp, dan dapat diantar ke rumah masing-masing pelanggan. Inovasi yang dilakukan Umam, bertujuan agar para pelanggan tetap bisa membeli makanan di warung nasinya.

Inovasi paket hemat sudah berjalan sejak adanya pandemi Covid-19. Pelanggan yang minat dengan paket ini, sayangnya masih sedikit. Namun, Umam tetap mempertahankan inovasinya, karena ia yakin bahwa nantinya pelanggan akan tertarik.

 Harapan Pemilik Warung Nasi Umam

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline