Lihat ke Halaman Asli

Reinhard Hutabarat

TERVERIFIKASI

Penikmat kata dan rasa...

Misteri Cupang Dalam Kitab Kamasutra

Diperbarui: 23 Oktober 2021   01:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber : suryamalang.tribunnews.com

"Orang yang tidak mampu membuat dirinya jadi bahan candaan tidak akan mampu membahagiakan orang lain"

Ini kisah pada zaman remaja dulu. Malam minggu itu sudah menunjukkan pukul 22.15, tapi sosok yang ditunggu belum nongol juga. Sepuluh menit kemudian barulah sosok bernama Karel itu tiba dengan penampilan lusuh.

Para anggota geng yang sudah berkumpul sejak pukul 21.30 kompakan berseru, "Lama sekalee, jadi gak nih ke diskonya!"

"Jadi, tapi tunggu sebentar ya, aku mau mandi dulu" kata Karel sambil berlari masuk ke kamar mandi.

"Ah, ada yang gak beres nih. Nanti abis Karel keluar dari kamar mandi langsung kita sergap aja!" kata Ridwan penasaran.

"Emangnya si Karel kenapa?" tanyaku keheranan.

"Tadi di lehernya seperti ada cupang atau apa gitu" kata Ridwan.

Aku sebenarnya merasa familiar dengan kata "cupang," tapi aku tidak tahu persis itu apa. Maklum aku masih ijo. Dalam urusan begini, "malu bertanya sesat di jalan," bukanlah ide yang baik karena "semakin banyak bertanya maka anda pasti akan tersesat!" 

Mempertanyakan hal beginipun bisa menurunkan "kastaku" beberapa level menjadi "kelas Paria," alias jomblo ngenes yang tak pernah disentuh wanita! Jadi aku penasaran saja menunggu Karel keluar dari kamar mandi.

Tak berapa lama kemudian Karel keluar dan langsung disergap. Ternyata ia memang mendapat cupang. Bukan hanya di dekat bibir, tapi juga di leher, dada, lengan, pundak bahkan di punggung! Alamak!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline