Lihat ke Halaman Asli

Penanganan Eritroblastosis Fetalis dengan Tepat

Diperbarui: 26 November 2017   06:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Berada di dalam keluarga yang lengkap dan bahagia merupakan keinginan setiap orang di dunia ini. Tentunya ditambah dengan kehadiran si buah hati yang sehat dan bahagia pastinya menjadi dambaan setiap orangtua. Anak dilahirkan ke dunia ini dalam wujud bayi yang mungil, rapuh, dan tak berdaya. Menurut data UNICEF, angka kematian bayi di dunia ini masih tergolong tinggi yaitu mencapai lebih dari 10 juta kematian dan 90% nya terjadi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Kematian bayi tersebut sebagian besar disebabkan oleh kondisi tubuh ibu saat melahirkan bayi.

Dalam bahasan saya kali ini, saya akan membahas tentang salah satu kondisi yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi di dunia yaitu Eritroblastosis Fetalis. Apa itu eritroblastosis fetalis? Eritroblastosis fetalis adalah kondisi ketika sel darah putih yang dimiliki ibu menyerang sel darah merah yang dimiliki janin sehingga menyebabkan janin menderita anemia berat yang dapat berakhir pada kematian janin. Lalu apa penyebab terjadinya eritroblastosis fetalis?

Eritroblastosis fetalis dapat disebabkan oleh 2 penyebab utama yaitu ketidakcocokan rhesus dan ketidakcocokan ABO. Supaya dapat memahami lebih lanjut, saya akan menjelaskan tentang rhesus dan golongan darah ABO secara singkat. Rhesus (Rh) digolongkan menjadi positif dan negatif, sedangkan perbedaan golongan darah digolongkan menjadi empat yaitu A, B, AB, dan O.

Penggolongan darah ABO

-Pemilik golongan darah A akan memiliki antigen A di dalam sel darah merah yang memproduksi antibodi untuk melawan sel darah merah dengan antigen B

-Pemilik golongan darah B akan memiliki antigen B di dalam sel darah merah yang memproduksi antibodi untuk melawan sel darah merah dengan antigen A

-Pemilik golongan darah AB akan memiliki antigen A dan antigen B di dalam sel darah merah, sehingga tidak memproduksi antibodi A dan B pada plasma darah

-Pemilik golongan darah O tidak memiliki antigen A atau antigen B di dalam sel darah merah, memproduksi antibodi A dan B pada plasma darah

Eritroblastosis fetalis karena ketidakcocokan ABO terjadi jika golongan darah ibu tidak sesuai dengan bayi. Yaitu ketika ibu dengan golongan darah O mengandung janin yang bergolongan darah A,B, atau AB. Eritroblastosis fetalis yang disebabkan oleh ketidakcocokan ABO dianggap kurang berbahaya karena anti-A dan anti-B lebih sulit masuk ke sirkulasi darah bayi dibandingkan dengan anti-Rh. Namun eritroblastosis fetalis ABO akan menjadi berbahaya apabila bayi membawa antigen langka yang tidak dimiliki oleh ibu.

Penggolongan darah sistem rhesus

-Rhesus positif, sel darah memiliki antigen Rh

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline