Lihat ke Halaman Asli

Alip Yog Kunandar

TERVERIFIKASI

Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Orang Kurus Jangan Makan Kolang-kaling

Diperbarui: 11 April 2021   01:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Buah aren diolah menjadi kolang-kaling (Foto: ikomedia.umpo.ac.id)

Pakaian Mang Kemed berbeda dari biasanya. Kabayan heran. Ia segera menghampirinya. "Sejak kapan jadi tenaga medis yang menangani kopid naintin, Mang?"

Mang Kemed bingung. "Apa hubungannya saya sama kopid?"

"Itu pakean, ditutup dari bawah sampai ke atas, tinggal pake kerudung sama maskenya saja, jadi deh kayak dokter-dokter itu..." kata Kabayan.

Mang Kemed nyengir. "Bukan mau menangani kopid Yan, saya teh mau ngangkut caruluk (buah aren) untuk dijadikan cangkaleng (kolang-kaling)!" jawabnya. "Kan kamu tahu sendiri, kalau getahnya kena kulit, gatalnya minta ampun..."

"Oooh, iya ya, sudah mau bulan puasa..." kata Kabayan. "Hayu atuh saya bantuin, ada honornya kan?"

"Nggak ada lah, namanya juga usaha mandiri..." jawab Mang Kemed, "Tapi kalau kamu mau bantuin mah hayu aja lah, nanti saya kasih bagian cangkaleng yang sudah jadinya. Kan lumayan, bisa kamu jual atau suruh si Iteung masak buat takjil puasa nanti..."

"Siap lah..." jawab Kabayan. Ia lalu mengikuti Mang Kemed masuk ke kebunnya.

Di sana sudah ada tetangga-tetangganya yang lain yang tak lain dari keluarga dan saudara-saudara Mang Kemed. Ada Bi Iroh istrinya, Sanhuri dan Sanhupi anak kembar Mang Kemed, Mang Tarmedi adiknya Mang Kemed, dan juga Bi Onah, istrinya Mang Tarmedi.

"Wah, kenapa begini..." kata si Kabayan. "Masak bikin usaha melibatkan keluarga semua. Namanya nepotisme ini Mang..."

Mang Kemed mendelik, "Dimana-mana nepotisme mah kalau jabatan negara, bukan usaha keluarga. Ada-ada saja kamu mah. Lagian kamu sendiri minta kerjaan sama saya nggak pake lamaran kerja, langsung saya terima. Apa itu namanya bukan pake koneksi alias koncoisme?"

Kabayan nyengir. "Terus saya bantu apa nih?"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline