Lihat ke Halaman Asli

AbieLabieba

Belajar sebagai cara hidup

Menghamba pada Murid, Memperkuat Ketidakmerdekaan dan Keterpaksaan?

Diperbarui: 11 Mei 2023   18:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

AbieLabiebA design.

MENGHAMBA PADA MURID
"Memperkuat ketidakbebasan dan keterpaksaan?"
Oleh : Habiburrahman Beberapa orang mungkin merasa bahwa istilah "Menghamba" memiliki konotasi yang negatif atau menakutkan, karena kata "hamba" bisa diartikan sebagai orang yang dipaksa atau tidak bebas. Selain itu, beberapa orang mungkin juga merasa bahwa konsep menghamba bertentangan dengan konsep kebebasan dan kemandirian individu. Hal ini pulalah yang menjadi kegelisahan saya ketika dikaitkan dengan sesama apalagi dengan objek sebuah konsep ataupun hal-hal yang bersifat materil. Sekarang, istilah ini kemudian muncul dalam jargon "Kurikulum Merdeka". Apakah istilah ini hadir menjadi bagian dari  "Ketidakmerdekaan"? Bukankah hal tersebut menjadi berkontradiktif?.

Mungkin alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah mengganti istilah "Menghamba" dengan kata-kata yang lebih netral dan positif, seperti "Mengabdi" atau "Berbakti". Hal ini bisa membantu memperjelas konsep yang ingin diajarkan tanpa menimbulkan konotasi negatif atau kontroversial.

Istilah "menghamba pada murid" dalam Kurikulum Merdeka sebenarnya memiliki konteks yang berbeda dengan istilah "menghamba pada guru". Pada Kurikulum Merdeka, "menghamba pada murid" sebenarnya merujuk pada pendekatan pendidikan yang berorientasi pada siswa, yang menekankan pada pengembangan kemandirian dan kreativitas siswa, serta kemampuan untuk mengambil inisiatif dalam proses belajar-mengajar.

Dalam konteks ini, "menghamba pada murid" sebenarnya mengandung makna bahwa guru harus berperan sebagai fasilitator dan mentor dalam proses belajar-mengajar, sementara siswa berperan aktif dalam mengambil inisiatif dalam pembelajaran mereka sendiri. Dalam hal ini, istilah "menghamba pada murid" dapat dipahami sebagai upaya untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan.
Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan istilah "menghamba" pada apapun dapat memiliki konotasi negatif, sehingga perlu dipertimbangkan penggunaannya secara hati-hati dalam konteks pendidikan.

Bagi saya, Istilah "menghamba pada murid" tidaklah tepat karena murid seharusnya bukanlah tujuan untuk dihamba. Sebaliknya, tugas seorang guru adalah membantu murid untuk mencapai potensi penuh mereka, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang sukses. Dalam konteks pendidikan modern, pendekatan yang lebih seimbang dan berorientasi pada siswa dapat lebih efektif dalam mempromosikan pembelajaran yang aktif dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

Pendekatan yang lebih seimbang dan berorientasi pada siswa dapat mencakup beberapa hal diantaranya :
Memberikan ruang untuk siswa untuk memimpin diskusi dan menentukan arah pembelajaran mereka sendiri.
Menyediakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman bagi semua siswa.
Memberikan umpan balik positif dan konstruktif yang menghargai upaya dan keberhasilan siswa, dan memberikan dorongan untuk memperbaiki kelemahan mereka.
Mendorong kemandirian dan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran mereka, dengan memberikan tugas yang dapat diselesaikan secara mandiri dan meminta mereka untuk merancang dan memperkirakan hasil dari tugas mereka sendiri.
Dalam praktiknya, guru harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan individual setiap siswa dan menyesuaikan pendekatan mereka untuk memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan bermanfaat bagi semua siswa.

Terkait dengan penggunaan istilah "menghamba pada murid" dalam Kurikulum Merdeka, perlu dilakukan penjelasan yang lebih tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau interpretasi yang salah. Penjelasan yang lebih tepat dapat mencakup:

1. Menekankan pada makna yang sesungguhnya dari istilah "menghamba pada murid" dalam konteks Kurikulum Merdeka, yaitu pendekatan pendidikan yang berorientasi pada siswa, yang menekankan pada pengembangan kemandirian dan kreativitas siswa serta kemampuan untuk mengambil inisiatif dalam proses belajar-mengajar.

2. Memberikan contoh konkret mengenai bagaimana guru dapat menerapkan pendekatan "menghamba pada murid" dalam praktiknya, seperti memberikan ruang bagi siswa untuk menentukan arah pembelajaran mereka, mendorong kreativitas dan inovasi siswa, dan memberikan umpan balik yang memotivasi dan mendukung perkembangan siswa.

3. Menjelaskan bahwa "menghamba pada murid" sebenarnya merupakan bagian dari upaya Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan lulusan yang lebih mandiri, kreatif, dan inovatif, yang mampu menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

4. Dengan penjelasan yang lebih tepat, penggunaan istilah "menghamba pada murid" dalam Kurikulum Merdeka dapat lebih dipahami dengan benar dan efektif dalam mencapai tujuan kurikulum tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline