Mohon tunggu...
Suparmin
Suparmin Mohon Tunggu... Seorang Tenaga Pendidik Tingkat SMA di Kabupaten Gowa, Sulsel

saya seorang guru yang menganggap bahwa kebaikan mesti selalu ditebarkan kepada sesama.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pentingnya Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

16 Juli 2019   07:08 Diperbarui: 16 Juli 2019   07:24 0 1 0 Mohon Tunggu...
Pentingnya Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Dokpri: Penulis Mangantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Tahun pelajaran 2019/2020 telah dimulai. Tanggal 15 Juli 2019, rata-rata sekolah di Indonesia memasuki hari pertama untuk tahun pelajaran tersebut. Sekolah berbenah dengan melakukan rapat kerja, mengevaluasi apa yang telah dilakukan setahun sebelumnya, dan merencanakan segala hal yang akan dilakukan dalam satu tahun mendatang. Tentu dengan harapan yang lebih baik.

Gonjang ganjing proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi pun telah memasuki tahap akhir. Sekarang saatnya masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi peserta didik baru. Kementerian pendidikan telah menetapkan waktu selama lima hari untuk melakukan kegiatan tersebut. 

Bahkan, sebagian pemerintah daerah, termasuk Sulawesi Selatan, menerbitkan surat edaran untuk para orang tua agar terlibat dalam proses Pengenalan Lingkungan Sekolah ini. 

Hal yang paling mendasar dan ditekankan yakni mengantar peserta didik baru, yang tak lain anak sendiri, pada hari pertama sekolah sekaligus hari pertama pelaksanaan PLS tersebut.

 Orangtua bahkan diharapkan mengikuti upacara pembukaan. Lalu apa pentingnya orangtua mengantar anaknya di hari pertama sekolah? Berikut beberapa manfaat menurut penulis.

  • Hari pertama sekolah, orangtua membantu menyiapkan perlengkapan sekolah di rumah. Saat tersebut, orangtua menjalin komunikasi dengan anak dan bekerja sama. Anak-anak berusaha melakukan sendiri hal yang bisa disiapkan. 

  • Mulai dari tas, buku, alat tulis, serta seragam sekolah hingga memakai kaos kaki dan sepatu. Terlebih jika anak (peserta didik) masih berada pada tingkatan pendidikan rendah, yakni PAUD dan SD. Waktu ini juga dimanfaatkan oleh orangtua untuk menanamkan sikap bertanggung jawab, disiplin, dan kerja sama kepada anak.

  • Dalam perjalanan menuju sekolah, baik dengan kendaraan sendiri ataupun dengan angkutan umum, orang tua menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Berbincang tentang cita-cita dan masa depan dapat dilakukan dalam proses menuju sekolah ini. Terlebih dengan sistem zonasi yang mendekatakan peserta didik dengan sekolah, ada peserta didik yang hanya berjalan kaki untuk sampai di sekolah. Betapa indahnya kita saksikan orang tua yang menggenggam tangan anaknya lalu berjalan dengan ceria ke sekolah.

  • Di depan pintu gerbang sekolah, orang tua menyemangati anak-anak mereka tentang masa depan, tentang bagaimana bersosialisasi dan bergaul dengan teman baru. Orangtua terus menggenggam tangan anaknya dan memberikan keyakinan kepada mereka tentang hari dan pengalaman baru yang akan mereka hadapi.

  • Di dalam sekolah, orangtua dapat mendampingi anak mereka untuk berkeliling area sekolah atau berbincang dengan para pendidik yang akan mendampingi anak mereka di sekolah. Bahkan, bertukar nomor telepon pun dilakukan antara orangtua dan pendidik.  

  • Jangan lupa mengelus kepala anak dan mengecup pipi serta keningnya sebelum meninggalkan area sekolah. Hindari memperlihatkan sikap terburu-buru untuk meninggalkan mereka. 

  • Berikan keyakinan kepada anak Anda untuk kehidupan barunya dan pastikan mereka merasa nyaman di hari pertama tersebut sebelum Anda meninggalkan mereka. Kalau bisa, pastikan bahwa Anda sebagai orangtua akan menjempunya ketika waktu pulang tiba.                                                                                                                                                                                                                                                                       
  • Itulah beberapa manfaat yang sekaligus penulis alami ketika mengantar anak di hari pertama sekolah. Kita sebagai orangtua harus memastikan diri terlibat secara langsung dalam proses pendidikan anak-anak kita. Jalinlah komunikasi antara orangtua dan anak, antara orangtua dan pendidik, sehingga seluruh proses yang diharapakan bersama dapat terlaksana dengan baik. Tetap semangat