Mohon tunggu...
AmeliaN
AmeliaN Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Salah satu mahasiswi KIMIA UIN Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Siti Masyitoh

4 Oktober 2022   17:15 Diperbarui: 4 Oktober 2022   17:19 165 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,adakah yang sudah pernah mendengar ataupun sudah pernah melihat film cerita pendek mengenai sosok Siti Masyitoh? Adakah disini yang sudah mengetahui siapa Siti Masyitoh itu? Baiklah,disini saya akan sedikit berbagi informasi dari apa yang sudah saya dengar dari teman saya yang sudah melihat gambaran kisah Siti Masyitoh. Disini juga akan kita lihat bagaimana pendapatnya mengenai cerita Siti Masyitoh ini. 

Siti Masyitoh adalah seorang perempuan pada zaman Nabi Musa A.S yang dengan keteguhan hati mengimani Allah SWT sebagai tuhan yang maha esa dan mengimani ajaran Nabi Musa adalah benar adanya. Siti Masyitoh juga terkenal dengan keberaniannya mengakui keimanannya setelah lama ia sembunyikan. Untuk lebih jelasnya,mari simak dibawah ini. 

Dikisahkan pada zaman kerajaan Raja Fir'aun hiduplah seorang wanita bernama Siti Masyitoh. Siti Masyitoh hidup dengan suami dan kedua anaknya. Siti Masyitoh bekerja sebagai tukang sisir rambut dari putri Raja Fir'aun. 

Pada suatu hari,saat Nabi Musa a.s sedang berdakwah dan menyampaikan bahwa Allah SWT adalah tuhan segala makhluk dan pencipta alam semesta, Siti Masyitoh pun ada disana dan mempercayai kata-kata Nabi Musa a.s. Saat itu juga akhirnya Masyitoh mengajak suami dan anaknya untuk meyakini bahwa benar Nabi Musa a.s adalah utusan Allah SWT dan Allah SWT adalah tuhan yabg nyata. Saat itu Siti Masyitoh belum memiliki keberanian untuk mengakui hal tersebut, mengingat siksaan yang diberikan Raja Fir'aun kepada pengikut Musa saat itu sangatlah kejam. Walaupun begitu, Siti Masyitoh pun tetap meyakini dalam hatinya tentang keesaan Allah SWT.

Pada suatu hari,suami Masyitoh yang merupakan seorang pengrajin gerabah untuk istana pun tidak sengaja menjatuhkan sebuah kuali kecil hasil karyanya dirumahnya. Karena hal itulah,tidak sengaja suaminya mengucap nama Allah SWT. Masyitoh yang mendengar pun langsung berkata kepada suaminya,"Apa yang kamu katakan,bagaimana kalau ada orang lain yang mendengar ucapanmu?". Sang suami pun berkata,"Maaf aku tidak sengaja,aku terkejut karna kendi ini jatuh." Masyitoh pun membalas,"baiklah aku berharap,tidak ada yang mendengar ucapanmu tadi.". Setelah itu berangkatlah Siti Masyitoh pergi ke istana Raja Fir'aun,untuk melakukan pekerjaannya yaitu menyisir rambut putri Raja Fir'aun. 

Sesampainya Masyitoh di istana,segeralah ia pergi menuju kamar putri Raja Fir'aun. Sang putri pun berkata,"Masyitoh,dari mana saja kamu? Apakah kamu lupa kalau hari ini ada perjamuan istana? Ayahku pasti marah kalau aku sampai di ruang perjamuan terlambat. Sudah, cepatlah kau sisir dan rapihkan rambutku.", Masyitoh pun menjawab,"baiklah tuan putri,aku akan menyisir rambutmu dengan cepat. Maafkan untuk keterlambatan ku datang kepadamu.". Masyitoh pun mulai menyisir rambut putri Fir'aun. 

Dikarenakan Masyitoh tergesa-gesa,tidak sengaja ia menjatuhkan sisir yang sedang ia pegang,karena terkejut ia pun mengucap nama Allah SWT. Putri Raja Fir'aun sangat terkejut mendengar ucapan Masitoh,ia pun bertanya kepada Masyitoh,"Masyitoh apa yang kamu ucap tadi? Mengapa kau menyebutkan tuhannya Musa?",karena takut Masyitoh pun hanya terdiam seribu bahasa. Berulang kali sang putri bertanya kepada Masyitoh tapi Masyitoh tetap terdiam,karena sudah geram dengan sikap Masyitoh,sang putri pun berkata "Masyitoh,cepat kau ucapkan bahwa ayahku sang Raja Fir'aun adalah tuhanmu. 

Cepat ucapkan Masyitoh.",tapi lagi-lagi Masyitoh terdiam. Masyitoh pun menyadari bahwa saat itulah Allah SWT sedang menguji keimanannya,setelah itu Masyitoh pun akhirnya berkata,"Allah SWT adalah Tuhanku,tuhan rajaku,dan tuhan semesta alam. 

Segera sang putri melaporkan kejadian tersebut kepada ayahnya. Setelah mendengar hal itu,Raja Fir'aun langsung memerintahkan penjaga istana untuk segera menangkap Masyitoh dan bawa ke penjara. Tak sampai disana, Raja Fir'aun pun memerintahkan penjaga untuk menangkap suami dan anak-anak Masyitoh esok hari,tepat disaat Masyitoh akan diadili dan raja pun memberi perintah agar penjaga menyuruh pembuat gerabah lainnya untuk membuat sebuah kuali yang sangat besar dan tahan terhadap api.

Keesokan harinya, Masyitoh dibawa oleh penjaga untuk menemui Raja Fir'aun di tempat peradilan. Sesampainya Masyitoh disana,ia sangat terkejut karena disana sudah ada suami dan kedua anaknya. Raja Fir'aun pun berkata kepada Masyitoh,"Wahai Masyitoh,sembahlah aku sebagai tuhanmu.",tetapi Masyitoh berkata "Tuhanku adalah Allah,tuhan yang maha ada,tuhanku,tuhan Musa,dan Tuhan alam semesta",Raja pun menyuruh penjaga untuk menyeret suami dan anak pertama Masyitoh untuk membuang mereka ke kuali besar berisi air mendidih yang sudah disiapkan raja sebelumnya. 

Seketika suami dan anak Masyitoh pun menjadi gumpalan daging tak bernyawa. Raja Fir'aun pun berkata,"Lihatlah Masyitoh bagaimana Tuhan mu tidak memperdulikan mu disaat aku hendak menghabisi nyawa suami dan anakmu,cepat katakan akulah tuhan mu,sembahlah aku Masyitoh,maka aku akan membiarkanmu hidup bersama anak mu.". Saat itu Masyitoh meminta izin kepada sang raja untuk menggendong anak keduanya yang masih bayi,raja pun mengabulkan permintaannya. Masyitoh menangis sambil menggendong anaknya tersebut,ia ragu akan pilihannya untuk beriman kepada Allah SWT. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan