Mohon tunggu...
Alya Maharani
Alya Maharani Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Mendedikasikan diri menjadi swiftie

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Semanis Masa Kecil Kita

28 November 2022   14:48 Diperbarui: 28 November 2022   14:59 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

           SEMANIS MASA KECIL KITA

     Senin, 21 Mei 2016 merupakan hari yang istimewa karena hari ini adalah hari ulang tahun Rani. Namun, dimana biasanya orang-orang sibuk menyiapkan gaun dan kue untuk perayaan ulang tahun mereka. Rani tetap dalam kegiatan rutinnya untuk pergi ke sekolah, anak yang berumur tepat  10 tahun hari ini tentu saja merasa malas untuk masuk sekolah di hari ulang tahunnya dan banyak mengeluh lewat ocehan lucunya.
"Mama kenapa sih hari ini aku sekolah, hari ini aku gabisa libur dulu ma?" sekolah aku kan jauh mah nanti aku kapan mainnya sama temen-temen ku, aku mau ngerayain ulang tahun aku sama mereka mah." Ucap lucu Rani sambil menggoyang-goyangkan tangan mamanya.

"Sabar ya Rani, lagipula teman-teman kamu juga masih sekolah sekarang. Tunggu nanti sore ya kamu ngerayain sama teman-temannya," mama lembut sambil mengelus rambut Rani.
Rani pun terpaksa menurut apa yang dikatakan mamanya itu, walaupun dalam hatinya dia ingin sekali bertemu teman-temannya secepatnya.

     Selagi disekolah Rani masih memikirkan apa yang kira-kira akan disiapkan teman-teman nya dan yang paling penting siapa saja teman-temannya yang ikut merayakannya?
    Jam sudah menunjukkan jam 12.00 dan Rani segera keluar dari kelasnya dan bergegas ke tempat penjemputan dimana mamanya menunggu untuk menjemputnya. Setelah pulang dia tidak langsung bertemu teman-temannya melainkan sesuai jadwal kesehariannya dia harus tidur siang terlebih dahulu.
     Pukul 16.00 setelah Rani sudah siap dari mandinya dia bergegas ke tempat dia dan teman-temannya biasa bermain Di sana. Namun sesampainya di sana, Rani tidak melihat siapapun. Rani Langsung berpikir apakah teman-temannya melupakan hari ulang tahunnya, Rani mulai sedih dan merasa apakah ulang tahunnya hanya berakhir seperti ini, namun tiba tiba segerombolan orang keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka keluar sambil meniupkan terompet kecil dan membawa tulisan di kertas yang bertuliskan "selamat ulang tahun Rani"

"SELAMAT ULANG TAHUN RANI LYANDRA." ucap teman-temannnya serentak.

     Mendengar itu Rani terkejut dan senang melihat teman-temannya yaitu Lily, Vanzel, Bima, Karen, Sinta, Ina dan seseorang yang langsung mencuri pandangannya yang tidak disangka akan ada untuk mengucapkan ucapan ulang tahun dan ikut merayakan ulang tahunnya. Orang itu adalah Reyzki Lesmana, tetangga tepat di sebelah rumahnya. Orang yang selalu ia harap untuk selalu ia lihat saat keluar rumah, saat bermain, dan setelah pulang sekolah. Orang yang sangat istimewa untuk Rani karena banyaknya cerita unik diantara mereka, orang yang selalu membuat Rani merasa nyaman dengan kehadirannya, sekarang hadir untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya, Rani dan Reyzki memang sudah saling mengenal sejak kecil bahkan anak laki-laki yang lebih tua dua tahun dari Rani sudah melihat Rani dari dirinya belum bisa berbicara walau begitu mereka tidak terlalu Sering bertemu karena Reyzki yang sibuk dengan sekolahnya dan hanya bermain di hari Sabtu dan Minggu, semua orang tahu Reyzki tidak akan bermain di hari sekolah karena dia akan sibuk belajar, tapi hari ini bukanlah hari Sabtu atau Minggu. Rani menyadari bahwa kehadiran Reyzki hari ini sangatlah istimewa, dan dia akan terus mengingat hal ini.
      Lily menyadari bahwa sedari tadi Rani hanya menatap satu orang.

"Rani kok kamu liatin Reyzki aja sih, kan kita juga ngucapin kamu." Ucap Lily kesal.
Mendengar  itu, Vanzel, Bima, Karen, Sinta, Ina mulai melihat ke arah mana pandangan Rani.
melihat itu Rani spontan mengelak "ih engga ko aku ngeliat ke kalian semua." ucap Rani berusaha mengelak namun tanpa disadari pipinya memerah.
Melihat pipi tomat Rani, Reyzki malah tidak bisa menahan tawanya dan sedikit menertawakannya.

      Setelah ucapan ulang tahun itu Rani dan teman-teman melanjutkan untuk makan bersama jajanan yang mereka beli bersama. dengan hal yang masih sama, Rani yang masih selalu memerhatikan Reyzki. Rani belum bisa memahami bagaimana mungkin Reyzki ada disini hari ini.

      Hari sudah semakin sore ini saatnya untuk mereka bubar, arah pulang mereka memang berbeda beda walaupun masih dalam satu RT. Namun arah Rani dan Reyzki searah, mereka pulang bersama.
     Di perjalanan hanya ada kesunyian diantara mereka, walaupun mereka bermain bersama tapi mereka belum berani untuk memulai percakapan. Saat Rani ingin membuka pagar rumahnya, tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
"Rani.." panggil Reyzki lembut.
Mendengar hal itu Rani sontak kaget dan segera menengok ke belakang.
"iya kenapa Reyzki?" Ucap Rani sedikit ragu.
" Selamat ulang tahun Rani, semoga kamu panjang umur dan bahagia selalu." Ucap lembut Reyzki sambil mengelus rambut rani.
Hal itu belum berhenti membuat kaget Rani, dia masih belum bisa mengerti Semua ini.
"Aaa..oo..iya.. makasih ya.. hehe" ucap Rani terbata-bata.
Melihat itu Reyzki tersenyum dan melanjutkan langkah pendek nya ke rumahnya tepat disamping rumah Rani.

     Sedangkan Rani masih belum bisa memahami kenapa anak laki-laki yang lebih tua dua tahun darinya itu melakukan itu, walaupun bingung dengan apa yang terjadi tidak bisa dipungkiri bahwa Rani sangat senang tentang apa yang terjadi barusan.
     Kisah Rani dan Reyzki hari ini bukanlah Kisah unik pertama yang mereka alami dari awal mereka bertemu saat Rani masih duduk di bangku TK dan Reyzki di kelas dua SD. Mereka sering bermain permainan anak kecil bersama seperti permainan benteng di malam hari.
     Saat itu Rani yang malas untuk lari, memutuskan untuk menjaga bentengnya dan teman temannya yang melawan. namun tiba-tiba saat semua orang sibuk di tengah, Reyzki yang merupakan lawannya tiba-tiba datang yang membuat Rani sedikit panik tapi Reyzki menjelaskan dia tidak berusaha ingin memenangkan benteng Rani.
" Eh aku ga berniat ngalahin kamu kok, aku cuma mau nemenin kamu disini, mereka semua kan lagi sibuk Disana." Reyzki berusaha menenangkan Rani yang sedikit ketakutan.
Rani akui dirinya memang sedikit ketakutan sendiri karena ini malam hari, dan teman-temannya yang sibuk saling melawan di tengah lapangan.
"Boong." ucap Rani belum memercayai sepenuhnya
"Bener ko liat aja ini, sekarang saja aku duduk," Ucap Reyzki sambil menatap Rani dari duduknya
Rani tersenyum dengan tingkah lucu Reyzki, walaupun dia terlihat dingin di luar. Dia punya banyak hal unik didalam dirinya, yang mungkin saja hanya ditunjukan saat bersama Rani.
     Memang Reyzki lebih dekat dengan Rani dibanding dengan teman-teman yang lain, mungkin karena tempat tinggal mereka lebih dekat. Mereka bisa saling mendengar tawa dan tangis satu sama lain. Suatu hari, ketika Reyzki menangis dan suaranya terdengar hingga rumah Rani. Rani datang ke depan rumah Reyzki dan mengetok pagar Reyzki pelan, ternyata Rani mengajak Reyzki keluar untuk bermain bersama, hal ini memang aneh bagi Reyzki namun tanpa disangka hal itu bisa membuat perasaanya menjadi lebih baik, dan ketika hal yang sama terjadi kepada Rani, Reyzki berusaha melakukan hal yang dilakukan Rani padanya. Oleh karena itu, mereka jauh lebih dekat dibanding dengan teman-teman yang lain karena mereka sudah lebih sering berbagi suka dan dukanya berdua bersama-sama bahkan mereka sampai saling  menjaga rahasia konyol bersama.

     Sabtu sore Rani dan teman-teman memutuskan untuk bermain untuk menghabiskan masa libur sekolah mereka. mereka memutuskan untuk bersepeda disekitar kompleknya, jujur saja Rani merasa sedikit malas untuk ikut alasannya bukan karena dia tidak bisa bermain sepeda tapi jalan yang mereka tempuh buat bermain merupakan jalan yang asing untuk Rani. Tapi karena ada Reyzki, Rani memutuskan untuk ikut bersepeda.
     Tiba-tiba saat ditengah jalan rantai sepeda Rani putus dan membuat dia tertinggal teman-temannya.
"Aaa kenapa putus rantai sepedanya, kan jadi ketinggalan sama mereka, mana ga inget lagi ini dimana." ucap Rani sedikit panik sambil melihat sekitar yang ternyata tidak ada orang disekitar karena ternyata hanya ada lahan kosong tanah merah yang sepertinya siap untuk jadi tempat pemukiman baru, Rani semakin takut ketika tahu hari sudah semakin sore dan dia harus segera pulang.
" Rani, kamu gapapa?" Mendengar itu Rani sontak menengok ke asal suara itu dan ternyata itu Reyzki.
" Aku tadi nyariin kamu gaada jadi aku kira kamu ketinggalan, ternyata benar" Ucap lembut Reyzki sambil mendekat ke arah Rani dan sepedanya.
" aaa iya ini sepeda aku rantainya copot, aku gatau cara benerinnya dan aku gatau tempat sekitar ini." Jelas Rani.
" Hahaha makanya kamu tuh jangan sering di rumah terus." Goda Reyzki yang tertawa melihat muka panik Rani
"Ish jangan gitu ah, mending bantuin aku. Kamu tau caranya?" Ucap Rani mengalihkan percakapan.
" Hahaha iya tau kok caranya." Reyzki bergegas membenarkan rantai sepeda Rani yang ternyata tidak perlu waktu lama.
"Udah nih" ucap Reyzki ke Rani namun tidak ada balasan.
     Reyzki melihat Rani yang fokus ke satu hal di depannya, matahari yang mulai terbenam.
"Rani, sepeda kamu udah selesai," Ucap Reyzki memanggil Rani.
" Oo udah selesai maaf ya aku ngelamun, makasih banyak Reyzki." Ucap Rani.
"Kamu ngeliatin matahari terbenam?"
" Iya, aku suka banget ngeliat cahaya matahari yang mau terbenam. Warnanya cantik."
"Kalo kamu suka juga?"
"Ga terlalu sering merhatiin matahari yang terbenam sih tapi hari ini entah kenapa aku suka melihat matahari terbenam lebih dari biasanya." Balas Reyzki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun