Mohon tunggu...
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto Mohon Tunggu... Guru - Menjadi orang biasa yang menulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis untuk perubahan yang lebih baik

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Waktu Tak Kembali

7 September 2017   18:57 Diperbarui: 7 September 2017   19:13 614
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Waktu tak kembali

:Al-Sayyid Jumianto

Senyum itu semakin membuat terasa teriris sembilu hatinya, tangan itu pernah digenggamnya erat seakan tidak pernah dilupakan.

Canda itu pernah terlalu di masukkan hatinya sehingga amarah dan senyum hambar tetap diterimanya walau kelu dirasanya.

"Aku tak ingin mas sedih" harapnya padaku

"ini tentang rasa hati" jawabku sedikit sendu

"jangan pernah menangis" pintamu padamu

"aku tidak akan menangisimu" jawabku lagi.

"jangan bohongi aku masih ada yang cantik dari pada aku" lirih masuk rasaku yang dalam.

Kembali lagi dilihatnya semua yang pernah ada di hatinya ini, foto, rekaman video, arsip dilini massa, media online dan blog seakan kembali nyata.

"semua akan menjadi nyata aku akan pergi karena itu harus" pintanya padaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun