Mohon tunggu...
Disra Alldrick
Disra Alldrick Mohon Tunggu... Lainnya - Ahsan Muamalah

Seorang pekerja yang sedang belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Geliat Madu Hutan Riau di Kala Pandemi

24 Juni 2020   20:29 Diperbarui: 26 Juni 2020   14:17 616
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Eric kemudian mengajak kami masuk ke kawasan Rumah Madu. Lokasinya asri, banyak pepohonan dan tanaman yang dibudidayakan untuk keperluan para petani binaan. Kawasan itu disebut juga dengan Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT), yang dikelola program pemberdayaan masyarakat perusahaan.

Ketika berjalan ke Rumah Madu, kami melihat sosok pemuda berbadan tegap sedang memarkir mundur kendaraannya. Tampak jelas mobil kapasitas 5 penumpang itu tengah membawa beban yang cukup berat.

Selesai parkir, pemuda tersebut turun dari mobil. Ternyata ia adalah Tengku Indra alias Ujang. Putra asli Pelalawan yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Rumah Madu Andalan. Ujang rencananya akan memasok hasil perolehan madunya kemarin malam, Jumat (5/6) dari hutan di kelurahan Pelalawan.

Ujang menyapa dengan ramah sambil mempersiapkan tiga galon madu seberat 80 kilogram. Sebelum madunya dibawa masuk ke rumah madu, madu Ujang harus diperiksa dahulu kemurnian dan kadar airnya. Kadar airnya diperiksa dengan alat atau testkit, kemudian diperiksa juga asli atau tidaknya madu ini.

"Alhamdulillah selama ini madu yang kita pasok masih terjaga kemurniannya,” ujar Ujang.

Sekilas Rumah Madu Andalan
Kami diajak masuk ke Rumah Madu Andalan. Rumah ini juga dipergunakan untuk memajang hasil kerajinan para mitra bina, seperti Batik Bono Andalan yang sudah sangat mashyur di Kabupaten Pelalawan.

Bangunan seukuran rumah tipe 36 ini terbagi atas tiga ruang. Ruang depan untuk pengolahan dan pajangan hasil kerajinan. Ruang kedua untuk rumah batik andalan dan ruang ketiga untuk pengolahan madu.

Disain rumah madu ini terlihat rapih dan bersih. Semua perlengkapan disusun teratur dan diberi label. Di bagian atas dekat langit-langit ruangan madu diberi hiasan grafis sarang lebah berbentuk heksagonal. Ciri khas struktur canggih bikinan serangga yang namanya diabadikan dalam Al-Qur'an, yakni surat An-Nahl.

Di salah satu dindingnya juga dipajang infografis singkat khasiat dan karakter lebah hutan si penghasil madu.

Kami kemudian bertemu dengan salah satu pembina kelompok tani madu, Raden Adhe Pramono. Adhe menceritakan sejarah berdirinya Rumah Madu Andalan, yang semula bernama Rumah Madu.

“Program mitra bina madu ini sudah ada sejak tahun 2000, namun dulu hanya menjual madu murni tanpa diolah, kemudian di tahun 2006, Rumah Madu Andalan memberi nilai tambah bagi madu sialang dari mitra petani madu dengan melakukan pengemasan secara modern tanpa mengurangi kemudiannya,” jelas Adhe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun