Mohon tunggu...
Al Johan
Al Johan Mohon Tunggu... Seorang pegawai biasa

Terus belajar mencatat apa yang bisa dilihat, didengar, dipikirkan dan dirasakan. Phone/WA/Telegram : 081281830467 Email : aljohan@mail.com

Selanjutnya

Tutup

Muda

Menebar Inspirasi Laskar Pelangi di Ancol

14 Desember 2011   11:56 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:17 193 0 1 Mohon Tunggu...

Ada yang seru pada liburan kali ini, Dufan (Dunia Fantasi) Ancol akan menyuguhkan  pertunjukan Musikal Laskar Pelangi (MLP) di Ramashinta Hall secara gratis dari tanggal 24 Desember 2011 hingga 7 Januari 2012. Pada hari Senin-Kamis, MLP akan tampil satu kali, yaitu pada pukul 14.00-15.00. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu, MLP akan tampil dua kali,  yaitu pada pukul 14.00-15.00 dan 16.30-17.30 WIB.

Jika belum mempunyai rencana lain, maka menonton pertunjukan MLP di Ancol bisa dijadikan satu alternatif untuk mengisi liburan bersama keluarga. Dijamin kita akan mendapat sensasi yang lain daripada yang lain.

Buku, Film lalu Drama Musikal

Laskar Pelangi adalah novel karya Novelis Andrea Hirata, diterbitkan oleh penerbit Bentang Yogyakarta pada 2005. Novel ini mengalami beberapa kali cetak ulang dan dibaca lebih dari 5 juta pembaca. Novel ini juga telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing.

[caption id="attachment_149454" align="aligncenter" width="636" caption="Laskar Pelangi, dari buku, film lalu musikal (gambar diolah dari id.wikipedia.org)"][/caption] Novel ini berkisah tentang tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah SD dan SMP di sebuah sekolah Muhammadiyyah di Belitong. Cerita dimulai ketika sekolah tersebut terancam ditutup oleh Kantor Depdikbud Sumatera Selatan karena tidak bisa memenuhi kuota minimal 10 murid. Saat itu, sekolah tersebut hanya mampu menjaring murid baru sebanyak 9 anak. Pak Harfan, kepala sekolah, dan Ibu Muslimah, guru sekolah yang kemudian memberikan nama Laskar Pelangi untuk Ikal dan kawan-kawan, para murid dan orang tua mereka sudah setengah pasrah dan menyerah dengan keadaan tersebut. Tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi, saat Pak Harfan hendak mulai berpidato mengumumkan penutupan sekolah, tiba-tiba muncul Harun diantar ibunya. Kini genaplah jumlah murid menjadi 10. Sekolah bisa tetap terus berjalan. Dari sini cerita kemudian mengalir deras. Bagaimana mereka menjalani hari-hari di sekolah mereka yang semuanya serba terbatas, bagaimana mereka menjalin persahabatan sejati satu sama lain, bagaimana mereka membangun mimpi-mimpi dan bagaimana mereka menghabiskan hari-hari mereka di Belitong yang eksotis. Disini kita juga dapat menyaksikan kegigihan Pak Harfan dan Bu Muslimah, dua sosok guru teladan yang semakin langka dijumpai saat ini, dalam membimbing dan mendidik murid-muridnya. Tak ada perjuangan yang sia-sia, demikian juga dengan anak-anak Laskar Pelangi. Sekolah miskin tersebut ternyata berprestasi baik, bahkan dapat mengalahkan sekolah lain yang fasilitasnya lebih baik. Salah satunya adalah saat tim dari sekolah miskin tersebut berhasil mengalahkan sekolah dari PN Timah yang serba mewah dan full fasilitas dalam lomba cerdas cermat memperingati hari Kemerdekaan RI 17 Agutus.

Pada tahun 2008 MILES Films mengangkat novel tersebut ke layar lebar. Film ini ditonton lebih dari 4,5 juta pemirsa dan termasuk terlaris dalam sejarah perfilman di Indonesia. Selain diputar di dalam negeri, film ini juga diputar di lebih dari 20 festival film internasional di 5 benua dan meraih sejumlah penghargaan.

Tiga anak gadis saya sangat menyukai film ini, mereka rela menonton film tersebut sampai beberapa kali, baik di gedung bioskop maupun di layar TV. Yang unik juga, anak sulung saya yang biasanya tidak pernah tertarik membaca novel, tiba-tiba ngotot minta dibelikan buku Laskar Pelangi setelah menonton film tersebut. Bahkan setelah itu, ia juga minta dibelikan tiga buku lainnya yaitu Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.

[caption id="attachment_149455" align="aligncenter" width="642" caption="Adegan-adegan di Musikal Laskar Pelangi (gambar diolah dari www.musikallaskarpelangi.com)"][/caption] Setelah film, perjuangan anak-anak Laskar Pelangi kemudian juga disuguhkan dalam bentuknya yang lain, yaitu dalam bentuk drama musikal. Sebelum di Ancol, MLP telah meraih sukses ketika dipertunjukkan di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 hingga 9 Januari 2011, kemudian pada tanggal 1 hingga 11 Juli 2011 dan terakhir di Esplanade, Singapura, pada tanggal 1–2 Oktober 2011. Pada setiap pertunjukan tersebut, MLP selalu mendapat sambutan yang sangat antusias dari para penonton

Dalam pementasan sebelumnya, setiap pertunjukan memakan waktu 2 jam. Namun di Ancol, karena berbagai pertimbangan, pertunjukan MLP dipersingkat menjadi hanya 1 jam, dengan alur dan jalan cerita dan jalan cerita yang tidak berubah.

Orang-orang yang terlibat dalam MLP adalah orang-orang terbaik di bidangnya. Mereka adalah Mira Lesmana, Riri Riza, Erwin Gutawa, Jay Subyakto, Hartati,Toto Arto dan tentu saja semua pemain pendukung MLP yang telah teruji di beberapa pentas sebelumnya.

Insipirasi Anak Pinggiran

Laskar Pelangi adalah kisah tentang perjuangan anak-anak miskin dan terpinggirkan yang punya  mimpi besar untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui dunia pendidikan. Di Jakarta, di balik gemerlapnya gedung-gedung jangkung yang tumbuh dimana-mana kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat kontras. Di seluruh sudut kota, kita dapat menyaksikan banyak keluarga hidup dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. Mereka tinggal di pinggiran rel kereta api, bawah jembatan layang, bantaran sungai dan di berbagai kawasan kumuh lainnya. Setiap saat, tempat tinggal mereka siap digusur sebagai akbat perkembangan kota yang terus berkembang. Jika anak-anak Belitong masih dapat menikmati dan bermain-main dengan alam indah di tempat mereka tinggal, maka anak-anak miskin di Jakarta akan sulit untuk menemukan sedikit lahan kosong yang bisa mereka gunakan untuk bermain bola, layang-layang dan berinterkasi dengan anak-anak sebaya mereka. Akhirnya banyak anak-anak miskin Jakarta yang menghabiskan waktunya di terminal bis, stasiun atau di jalanan. Karena itu, akan menjadi hal yang sangat indah jika pada satu hari tertentu manajemen Ancol selama liburan ini berkenan mengundang anak-anak yang mempunyai latar belakang  mirip dengan anak-anak Laskar Pelangi. Hitung-hitung sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Ancol untuk anak-anak dari kalangan keluarga yang kurang beruntung. Mengundang mereka menonton MLP akan sangat berarti bagi mereka. Siapa tahu ada satu, dua atau bahkan banyak di antara mereka yang dapat mengambil inspirasi dari kehidupan anak-anak Laskar Pelangi. Mereka sangat membutuhkan contoh nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk merajut kehidupan yang lebih baik di masa depan dan MLP secara sangat baik menyuguhkan inspirasi-inspirasi semacam itu. Kalau Ikal saja yang berasal dari tempat nun jauh disana saja bisa mewujudkan mimpi-mimpinya, tak mustahil mereka juga akan mampu mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka ! Sharing : 1. Facebook : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001678724457 2. Twitter : https://twitter.com/#!/aaljohan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x