Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Video Ramadan Lebaran Pilihan

Gak Bisa ke Bandung, Bikin Sotonya Sajalah...

17 April 2021   05:43 Diperbarui: 18 April 2021   16:11 269 26 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gak Bisa ke Bandung, Bikin Sotonya Sajalah...
Soto bandung buatan sendiri (dokpri)


Di belakang rumah ada kolam lele yang dibuat dari gorong-gorong sisa yang dilapisi plastik bekas kasur angin yang sudah bocor, dikasih air dan dikasih eceng gondok. Lelenya betah, ecengnya lebih subur lagi. Sayangnya, lelenya belum bisa dipanen, masih kurang gede dikit lagi.

Di sebelahnya ada bekas drum yang dicat dan dijadikan kolam juga. Isinya? sama-sama nggak bisa dimakan (bukan nggak bisa, tapi nggak tega) karena penghuninya adalah ikan koi, koki, dan kura-kura kecil. 

Masak sayur daun pepaya yang ada di dekat koi pasti diprotes, nggak enak, pahit, padahal sudah dikasih tambahan ikan teri dan lain-lain. 

Ya sudah, untuk buka puasa kali ini, saya masak yang istimewa; soto bandung. Mumpung sudah beberapa kali praktik dan hasilnya tak mengecewakan (belum pernah dapat komplain soalnya). 

Jadilah belanja bahannya yang sebetulnya tak terlalu sulit: daging sapi (bagusnya sandung lamur, tapi saya beli senemunya, asal bukan tulang dan urat saja) dan yang nggak boleh kelewatan adalah lobak. 

Bumbunya? biasa lah, serai, jahe, lengkuas, bawang merah-putih, daun salam, merica, seledri. Pelengkapnya, kacang kedelai goreng, jeruk nipis, seledri, bawang goreng, dan kecap.

Buatnya gampang, rebus daging dengan air dalam panci, bikin bumbu halus dari bawang merah-putih plus merica, tumis. Masukan bumbu lain, jahe, lengkuas, serai, gula-garam, plus kaldu kalau mau. Tunggu sampai daging lembut, masukan lobak yang sudah diiris tipis, masak sampai lobak berwarna bening. Tes rasa, cuma ngetes, soalnya belum buka puasa.

Selesai deh, tinggal tambahkan bawang goreng, seledri, kedelai goreng, dan kecap plus sambel kalau suka.

Catatan; semua takaran adalah hasil kira-kira, hehe...

Hasilnya? Lumayan lah, karena sudah capek keliling nyari bahan (terutama lobak yang agak susah didapat di tempat saya), satu panci langsung ludes saat buka puasa. Rencana disisakan buat sahur tak jadi, keburu tandas. Dua gadis cilik yang membantu saya sudah berkata, "Besok kita bikin lagi ya..." sementara si bungsu juga lahap. Istri? senang-senang saja lah, hari ini dia nggak perlu masak!

VIDEO PILIHAN