Mohon tunggu...
Alin Maghfirotika
Alin Maghfirotika Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Gaya Belajar Apa yang Saya Gunakan?

2 November 2022   22:20 Diperbarui: 2 November 2022   22:31 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Gaya belajar atau learning style

Setiap manusia itu berbeda-beda, entah itu dari segi fisik nya, sifatnya, tingkah lakunya, juga pemikiran nya. Walaupun dia kembar, juga pasti memiliki perbedaan. Manusia juga mempunyai caranya masing-masing untuk menyerap informasi yang baru diterimanya. 

Gaya belajar merupakan bagaimana cara orang untuk memahami sebuah pembelajaran, menerima atau menyerap suatu informasi baru. Gaya belajar sendiri ada tiga, yakni visual (melalui panca indra penglihatan), auditorium (melalui panca indra pendengaran), dan kinestetik (melalui alat indra lainnya).

Definisi gaya belajar itu tidak ada yang bertentangan melainkan memiliki kemiripan antara pendapat yang satu dengan yang lainnya dan juga saling melengkapi. 

Apakah seseorang akan selalu memakai gaya belajar yang sama setiap kali dia belajar atau memahami dan menyerap suatu informasi? 

Pertanyaan ini pasti sering muncul di pemikiran kalian. Kita tidak selalu akan menggunakan gaya belajar yang sama, terkadang kita ingin gaya belajar kita berubah-ubah, seperti tergantung mood atau keinginan hati. Namun, pilihan itu sering mengarah pada salah satu gaya belajar. Kebanyakan orang lebih memilih atau lebih dapat memahami pembelajaran jika menggunakan gaya belajar visual. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan jika kita menggunakan semua gaya belajar itu dalam satu waktu yang sama. 

Seseorang dengan gaya belajar visual memiliki hobi membaca. Jika belajar ia lebih suka memperhatikan dan mengamati pengajarnya. Ia mempunyai kemampuan menggambar dan menulis atau mencatat sesuatu dengan sangat mendetail. Bisa mengingat lebih cepat dan lebih kuat dengan melihat. 

Seseorang dengan gaya belajar auditorium senang mendengarkan cerita atau dibacakan cerita. Bisa mengingat lebih cepat dan lebih kuat jika mendengarkan. Tidak mampu berkonsentrasi dalam belajarnya jika suasana disekitarnya ramai atau berisik. Bisa mengulangi informasi yang didengarnya walau hanya sekali mendengarkan. 

Seseorang dengan gaya belajar kinestetik lebih suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar. Ia akan lebih cepat dan lebih kuat mengingat jika dengan berjalan atau membuatnya gerakan-gerakan. Ia lebih suka belajar dengan praktek langsung atau menyentuh secara langsung. Ia juga lebih menyukai pembelajaran yang bersifat aktif atau dibuat permainan. 

Ada juga gaya belajar global dan gaya belajar analitik. Gaya belajar global merupakan kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh, seseorang dengan gaya belajar ini bisa melakukan atau mengerjakan banyak tugas sekaligus. Ia juga mampu bekerja sama dengan orang lain secara baik. Ia juga sensitif dan mampu melihat sesuatu permasalahan dengan baik. Juga mampu mengutarakan dengan kata-kata sesuatu yang telah ia lihat. 

Gaya belajar analitik merupakan kemampuan dalam memandang sesuatu secara terperinci atau spesifik. Seseorang dengan gaya belajar analitik cenderung suka menganalisis objek yang dipelajarinya. Ia berfikir secara logika dan tetap hanya akan ada di satu tugas jika ia belum menyelesaikannya (tidak akan berpindah ke tugas yang lain). Ia tidak akan suka jika ada bagian yang terlewatkan saat ia mengerjakan tugas. 

Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf dan terimakasih

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun