Mohon tunggu...
Nur Alfyfadhilah Rusydi
Nur Alfyfadhilah Rusydi Mohon Tunggu... Guru - Mami Guru

Seorang ibu rumah tangga sekaligus ibu guru yang senang menulis

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Tidak Ingin Baby Blues untuk Kedua Kalinya

28 Januari 2022   15:56 Diperbarui: 29 Januari 2022   12:06 1118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Baby blues | Sumber: magdalene.co

Hampir 3 tahun yang lalu, saya menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya. Tapi di saat yang sama, saya merasa gagal menjadi seorang ibu. 

Saya melahirkan anak pertama saya dengan segala upaya saya. Mungkin saya termasuk ibu yang idealis, tak berencana melakukan operasi caesar saat ingin melahirkan. 

Saya berharap bisa melahirkan anak saya sebagaimana perjuangan ibu saya melahirkan saya dengan cara pervaginam. 

Waktu itu, di mata saya operasi caesar tidak seberjuang pervaginam. Tapi nyatanya, operasi dan pervaginam sama-sama mempertatuhkan nyawa dan menimbulkan rasa sakit. Malah sakit yang ditimbulkan setelah operasi jauh lebih lama karena menyentuh ranah mental saya. 

Dalam perjalanan saya menjadi seorang ibu, bagi saya operasi caesar merupakan awal kegagalan saya menjadi ibu seutuhnya. 

Saya merasa gagal, apatah lagi sebagian orang mungkin menganggap operasi yang saya lakukan hanya untuk menyamankan proses saya melahirkan seorang anak. Padahal nyatanya itu untuk menyelamatkan anak saya. Dari situlah saya mengalami berbagai ketakutan yang tidak diketahui oleh orang banyak. 

Mungkin sebagian orang mengerti, tapi tidak dengan mereka yang tidak tahu bahwa saya menjalani caesar cito. 

Operasi yang dilakukan saat saya sudah sampai ke pembukaan lengkap untuk sebuah proses persalinan normal. Bahkan saat di meja operasi, saya pun mengalami kontraksi yang begitu menyakitkan seorang diri di antara para tenaga medis.

Kena mental, saya mengalami itu terlebih lagi anak saya harus dirawat dan diinkubator selama tiga hari. 

Dia berjuang untuk hidup saat telahir kedunia. Untuk meminum ASI di hari pertama lahir ke dunia saja, dia bahkan tidak mampu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun