Mohon tunggu...
alfina khairunnisa
alfina khairunnisa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Si Gadis Nelayan

16 November 2023   11:15 Diperbarui: 16 November 2023   11:18 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Di sebuah desa kecil yang terletak di tepi sungai, hiduplah seorang gadis muda bernama Maya. Maya adalah seorang yang cerdas, berbakat, dan penuh semangat. Namun, di desa tersebut, peran gender masih sangat kaku dan terbatas. Pria dianggap lebih kuat dan diharapkan untuk bekerja di ladang, sementara perempuan dianggap hanya cocok untuk pekerjaan rumah tangga.

Maya tidak puas dengan peran gender yang ditetapkan oleh masyarakatnya. Dia bermimpi untuk menjadi seorang nelayan seperti ayahnya. Setiap hari, Maya akan menyelinap ke tepi sungai dan memperhatikan ayahnya memancing. Dia belajar dengan seksama, mengamati teknik-teknik yang digunakan ayahnya untuk menangkap ikan.

Singkat cerita pada suatu hari, Maya memutuskan untuk mengambil risiko dan mengungkapkan keinginannya kepada ayahnya. Dengan penuh keyakinan, dia berkata

“Ayah, aku ingin belajar menjadi nelayan seperti mu. Aku tahu aku bisa melakukannya.”

Ayah Maya terkejut mendengar permintaan putrinya. Dia tahu bahwa Maya memiliki semangat dan keberanian yang luar biasa, tetapi dia juga sadar akan pandangan masyarakat yang konservatif tentang perannan gender. Namun, sebagai seorang ayah yang mencintai putrinya, dia memutuskan untuk mendukungnya.

“Tentu, Nak. Aku sangat bangga dengan keinginanmu untuk menjadi nelayan seperti aku. Aku akan membantumu belajar dan mengajarkan semua yang aku tahu tentang dunia nelayan.”

Ayah Maya mengajari putrinya segala hal yang dia ketahui tentang memancing. Dia mengajarkan Maya tentang alat tangkap ikan, teknik memancing ikan, dan bagaimana membaca aliran sungai. Maya dengan tekun belajar dan berlatih setiap hari.

Waktu berlalu, dan Maya semakin mahir dalam memancing. Dia membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi nelayan yang handal. Kabar tentang keberhasilannya menyebar ke desa-desa tetangga, dan banyak perempuan muda yang terinspirasi olehnya.

Melihat perubahan ini, masyarakat desa mulai membuka pikirannya tentang peran gender. Mereka menyadari bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelaminnya, tetapi oleh tekad dan kerja kerasnya.

Maya menjadi panutan bagi banyak perempuan di desanya. Dia membantu mengorganisir pelatihan untuk perempuan yang ingin belajar keterampilan baru. Mereka belajar tentang pertanian, kerajinan tangan, dan bisnis kecil. Maya membantu mereka mengatasi hambatan sosial dan memberikan dukungan moral.

Dalam waktu singkat, desa tersebut mengalami perubahan yang signifikan. Perempuan diberdayakan dan memiliki peran yang lebih aktif dalam masyarakat. Mereka tidak lagi terbatas pada pekerjaan rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan desa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun