Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Insinyur - Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Saya orang teknik yang cinta dengan dunia literasi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Maaf Pak Sandi, Pekerja Seperti Saya Ini Tidak Bisa WFD

13 Januari 2021   13:33 Diperbarui: 13 Januari 2021   13:37 591
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru dilantik, Sandiaga Uno. Gambar: kompas.com

5. Digital

6. Youtuber

7. Penulis Kompasiana (?)

dan sebagainya.

Intinya semua pekerja yang bisa melakukan remote dari jauh. Artinya pekerjaan itu tetap bisa dilakukan walaupun tidak berada di tempat kerja. Media bantunya contohnya dengan menggunakan IT server atau zoom meeting. 

Bila di perusahaan seperti tempat saya bekerja, saya bisa menyebutkan beberapa bagian yang mungkin bisa bekerja dengan menerapkan WFD. Yakni marketing, finance, accounting, dan PPIC (Production Planning & Inventory Control). 

Mereka bisa melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Efektifkah? Belum tentu, tergantung komitmen si pegawai. Yang pasti sih bisa. Minimal atasannya. Kalau stafnya ya tetap harus monitor langsung di area kerja. Coba kita kupas secara singkat.

1. Marketing

Tugas pokoknya berjualan. Menawarkan produk kepada konsumen. Jualan itu takperlu harus bertatap muka langsung. Bila perlu meeting, dengan media zoom pun bisa. Apalagi dijaman serba canggih seperti sekarang. Yang namanya marketing itu tidak datang ke kantor pun tak masalah. Yang penting order banyak.

2. Finance dan accounting

Keduanya berurusan dengan uang. Urusan perbankan itu saat ini cenderung sangat dimudahkan dengan teknologi. Urusan duit tidak perlu sampai harus on the spot. Teknologi bisa mengakomodasi semuanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun