Mohon tunggu...
Naufal Alfarras
Naufal Alfarras Mohon Tunggu... Freelancer - leiden is lijden

Blogger. Jurnalis. Penulis. Pesilat. Upaya dalam menghadapi dinamika global di era digitalisasi serta membawa perubahan melalui tulisan. Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah. "Dinamika Global dalam Menghadapi Era Digitalisasi" Ig: @naufallfarras

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Geser Tenaga Manusia, Intip Kinerja Robot Zaman Now

3 Juli 2019   23:17 Diperbarui: 3 Juli 2019   23:19 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: techno.okezone.com

Amazon berencana menambah kuota mesin ini yang berpotensi sebanyak 1.300 buruh akan dinon-aktifkan. Hal ini dilakukan sebagai bagian ambisius Amazon untuk mengotomatisasi sebagian besar bisnisnya.

Selanjutnya perusahaan Aldebaran telah mengembangkan robot humanoid yang dilengkapi emosional untuk menemani penghuni sebuah panti jompo di Bordeaux, Prancis.

Robot ini bernama Nao dimana mampu beraktivitas seperti bermain dan menghibur penghuni panti jompo tersebut. Di masa depan, robot ini diprediksi mampu hidup berdampingan dengan manusia baik saat bekerja maupun bersenang-senang.

Di dunia perbankan, Royal Bank of Scotland (RBS) yang berpusat di Ibukota Skotlandia mempekerjakan Cora atau 'manusia digital' di bagian perbankan. Cora diproyeksikan sebagai teller pengganti yang menyerupai manusia.

CEO Deutsche Bank, John Cryan, mengatakan bahwa robot dapat mengambil alih peran 48 ribu pegawai bank yang lebih rawan melakukan kekeliruan. Sedangkan robot dirasa lebih efisien dalam kegiatan perbankan.

Di China, sebuah kantor berita Xinhua memanfaatkan robot yang diberi nama Xin Xiaomeng. Robot ini memiliki kemampuan menyampaikan berita dengan mimik dan ekspresi layaknya manusia.

Selain itu, terdapat Restoran Haidilao yang dilayani oleh robot di Beijing. Semua piring yang dipesan oleh pelanggan akan diantar dari tempat penyimpanan hingga ke meja pelanggan dengan robot pelayan.

Sedangkan di dalam negeri, Indonesia telah menerapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE). Polda Metro Jaya telah menjalankan sistem ini sejak November tahun lalu.

Rencananya sistem tilang elektronik akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Sistem tersebut diharapkan mampu membantu kepolisian agar pengemudi nakal tidak dapat mengelak saat melanggar lalu lintas.

Jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan pasca penerapan sistem ini. Namun, secara tidak langsung akan mengurangi peran kepolisian dalam menertibkan lalu lintas.

Prospek Kerja Tenaga Manusia Kedepan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun