Mohon tunggu...
Alex Japalatu
Alex Japalatu Mohon Tunggu... Penulis - Jurnalis

Suka kopi, musik, film dan jalan-jalan. Senang menulis tentang kebiasaan sehari-hari warga di berbagai pelosok Indonesia yang didatangi.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Kiprah "Mandor" Jonan di Kereta Api Indonesia

29 Agustus 2022   18:27 Diperbarui: 2 September 2022   04:45 1621
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: Ignasius Jonan menjadi pembicara di Kompasianival 2019 Reunite yang diselenggarakan di One Bell Park, Jakarta Selatan, Sabtu, (23/11/2019). (Foto: KOMPAS.com/M ZAENUDDIN)

Keluhan soal fasilitas kereta ekonomi premium yang dinilai tidak sesuai dengan harga tiketnya kembali mengemuka akhir-akhir ini. Beberapa keluhan dapat dibaca seperti dilansir Kompas.com. 

Saya pernah menulis tentang Ignatius Jonan ketika ia masih sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah "musim" Lebaran 2014, sebelum diangkat sebagai Menteri Perhubungan pada bulan Oktober di tahun yang sama.

Ignatius Jonan tertidur dalam kereta api jurusan Malang-Surabaya (sumber:money.kompas.com) 
Ignatius Jonan tertidur dalam kereta api jurusan Malang-Surabaya (sumber:money.kompas.com) 

Ignasius Jonan memelopori pelayanan angkutan KAI yang nyaman di Indonesia. Tidak tampak lagi antrean mengular pembeli karcis. Tidak ada lagi teriakan histeris penumpang yang tergencet. Tidak ada lagi anak kecil yang dipaksa masuk kereta api lewat celah-celah kaca jendela. Kalau kereta jadi senyaman hari ini, kenanglah orang ini!

=000=

Masih ingat foto Direktur Utama PT KAI (Kereta Api Indonesia) Ignasius Jonan tertidur meringkuk dalam kereta api ekonomi jurusan Malang-Surabaya pada musim lebaran tahun 2014? Itu bukan foto rekayasa. Jonan benar-benar kelelahan setelah memantau mudik dari Stasiun Sidoarjo, Madiun, Gubeng, Pasar Turi, Bangil dan Malang.

 Adalah pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio yang mengabadikan peristiwa itu. Agus bercerita, pada tanggal 31 Juli 2014 malam, dia dan Jonan sudah menyelesaikan inspeksi di Stasiun Malang. Mereka sebenarnya sangat lelah. 

Jonan sendiri sudah 10 hari belum pulang ke rumah sejak 20 Juli. Tetapi tugas belum selesai. Jonan harus segera kembali ke Surabaya untuk rapat dengan staf dan karyawan KAI di sana. Jadilah mereka berangkat dengan karyawan lainnya ke Surabaya naik Kereta Ekonomi Penataran.

Selama perjalanan, kata Agus,  Jonan berkeliling memantau kondisi penumpang di setiap gerbong. Usai inspeksi di dalam kereta, dia kemudian duduk sendiri menghadap anak buahnya yang duduk di bangku di depannya.

Sementara Agus duduk di seberang.

"Sekitar jam 9 malam kami sudah teler, kecapaian. Sampai Pasar Turi sekitar jam setengah 12. Kemudian rapat sampai jam setengah dua pagi," ujar Agus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun