Mohon tunggu...
Aldentua S Ringo
Aldentua S Ringo Mohon Tunggu... Pengacara - Pembelajar Kehidupan

Penggiat baca tulis dan sosial. Penulis buku Pencerahan Tanpa Kegerahan

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

Ganjar Bagi PDIP 2024, Kader Ter(Paksa) Sayang atau Terbuang?

7 Mei 2022   15:20 Diperbarui: 7 Mei 2022   15:25 423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosok Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Bisa jadi. Pergerakan relawan Ganjar sekarang ini juga sudah menunjukkan indikasi seperti meniru gaya relawan Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019. Apalagi banyak relawan Jokowi yang kini menjadi relawan Ganjar. Dengan pengalaman 2014 dan 2019, Pilpres 2024 tentu akan menjadi pengulangan pengalaman bagi para relawan.

Galau, mungkin inilah perasaan para petinggi PDIP yang ingin mendukung Puan Maharani. Betapa tidak, hati mereka galau karena kader Ganjar yang unggul dalam survey, bukan jagoannya. Pendukung Ganjar yang di PDIP juga galau, karena jagoannya sesama kader sepertinya belum mendapat restu dari ibu Ketua Umum Megawati. Bagaimanapun, aturan di PDIP, menyangkut capres itu adalah hak istimewa ketua umum.

Gamang, para petinggi PDIP yang menginginkan Puan Maharani seakan gamang ingin bertindak habis-habisan. Bagaimana contoh penyebaran baliho tak bisa mengangkat elektabilitas Puan Maharani. 

Apalagi yang akan mereka lakukan untuk meningkatkan elektabilitas Puan Maharani? Pendukung Ganjar di PDIP juga gamang. Mereka ingin melakukan kampanye dan mau mendorong Ganjar terganjal kepada rasa sungkan terhadap Puan Maharani dan Ketua Umum Megawati.

Lalu,...?

Pilihan harus dijatuhkan. Apakah memilih Puan Maharani dan membuat Ganjar TERBUANG?

Atau akan memilih Ganjar dan menjadikannya kader tersayang, walau karena terpaksa? Maka jadilah Ganjar menjadi kader TER(PAKSA)SAYANG?

Pilihan ini sangat dilematis? Ya. Dan sangat sulit. Namun, pilihan harus dilakukan. setiap pilihan memiliki resiko. Mana pilihan resiko yang paling ringan atau pilihan yang paling menyenangkan untuk partai? Ini tidak mudah.

Memilih Puan Maharani dan menjadikan Ganjar menjadi kader terbuang bisa beresiko Ganjar diambil alih partai atau gabungan partai lain. Banyak partai yang tidak memiliki calon internal partai yang memiliki elektabilitas tinggi. Ini sudah ada calon, tinggal upaya untuk memenuhi syarat pencalonan Capres, maka peluang menang ada.  Partai juga terangkat elektabilitasnya. Siapapun mau.

Seharusnya PDIP bangga dengan kadernya Ganjar yang memiliki elektabilitas Capres yang besar dan tinggi  tanpa upaya dari partai. Ini adalah capaian personal dari Ganjar. Bagaimana Ganjar membangun strategi komunikasi politik melalui medsos secara terus menerus merupakan sebuah prestasi juga. Kepiawaiannya menggunakan medsos sebagai media untuk memasarkan hasil kerjanya patut diacungi jempol.

Apapun sindiran Puan maharani terhadap Ganjar, sepertinya tidak menurunkan elektabilitas Ganjar. Apapun tekanan yang dilakukan Puan terhadap Ganjar tak kunjung membuat relawan Ganjar mundur. Bahkan kesannya terbalik. Semangat relawan seakan makin menggebu. Ganjar harus didorong untuk menang. Soal partai, biar sambil dipikirkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun