Mohon tunggu...
Al NiaZuhaiya
Al NiaZuhaiya Mohon Tunggu... Mahasiswi

Fakultas: syari'ah dan hukum Prodi: Hukum Pidana Islam Nim: 0205171171 Kelompok: 98 Kkn-dr 2020

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Maraknya Perjudian Online Pada Masa Pandemi Serta Sanksi Menurut UU ITE dan Perspektif Hukum Pidana Islam

14 Agustus 2020   14:01 Diperbarui: 14 Agustus 2020   14:47 172 0 0 Mohon Tunggu...

Nama: Al Nia Zuhaiya

Fakultas: syari'ah dan hukum

Prodi: hukum pidana islam

Nim: 0205171171


Assalamualaikum wr.wb sahabat surga semua, semoga kita selalu diberi kesehatan oleh allah SWT aamiin.
Apa itu perjudian?
Perjudian adalah permainan di mana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan di mana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang. Dan bagi pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan di tentukan sebelum pertandingan dimulai.
Di dunia judi online memiliki bandar yang akan membantu para pemain untuk melakukan perjudian. Dan juga para bandar akan memberikan fasilitas dalam permainan tersebut seperti pilihan permainan, promo, bonus dan juga pelayanan customer pemain selama 24 jam.
Perjudian menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat di masa pandemi ini yang mana perjudian dijadikan sebagai solusi ekonomi pada masa pandemi covid 19. Mereka rela begadang demi mencari wangsit untuk menentukan nomor butut yang akan dipertaruhkan. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan baru yaitu WFH (work from home). Ini akan menjadi pengaruh besar bagi masyarakat dikarenakan menurunya pengasilan dan yang lebih parahnya apabila seseorang tersebut di PHK maka tak heran apabila mencari sesuatu yang instan seperti berjudi.
Judi menurut UU ITE adalah diatur dalam pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:
“setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik yang memilki muatan perjudian.
Sanksi perjudian online  menurut UU ITE diatur dalam pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 yaitu:
“setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 milyar.
 KUHP juga di atur di pasal 303 dengan ancaman 12 tahun penjara tentang perjudian.
Menurut Yusuf Qardawi, setiap permainan yang ada unsur perjudiannya adalah haram, perjudian adalah permainan yang pemainnya mendapat keuntungan atau kerugian.
Dasar Hukum Perjudian
Judi dalam agama islam jelas jelas dilarang dan juga dosa yang diakibatkan sangatlah besar Berdasarkan Firman Allah Dalam QS. Al- Baqarah Ayat 219:
يَسأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَالِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : “ pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “yang lebih dari keperluan”. Demikianlah allah menerangkan ayat-ayat Nya kepadamu supaya kamu berfikir.
Berikut yang perlu dilakukan untuk menjauhi perbuatan judi antara lain adalah :
Meningkat kan keimanan kepada allah
Bergaul dengan orang-orang shaleh
Berzikir mengingat allah
Melakukan yang diperintahkan allah dan menjauhi segala yang dilarang allah
Membentuk pola pikir yang positif
Bekerja keras serta semangat dalam mencari rezeki
Dan menyakini bahwa allah telah mengatur rezeki kita masing masing
Semoga kita semua di jauhkan dari perbuatan yang tidak baik serta menjadi pribadi yang lebih baik aamiin.

VIDEO PILIHAN