Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Instagram : akhmadf_21 Twitter : @akhmadf21

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tanah Surga dan Hegemoni Kapitalisasi Global

23 November 2021   07:20 Diperbarui: 23 November 2021   07:22 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Katanya negeri kita tanah surga, namun kemiskinan masih merajalela | ilustrasi : berdikarionline.com

Pertumbuhan ekonomi yang bergerak cukup lambat, serta kemampuan pemerintah menaikkan UMP sebesar 1,09 %, menjadi bukti bahwa Negeri kita masih belum sehat secara ekonomi.

Bahkan negara kita yang merupakan Negeri penghasil bahan pokok makanan seperti jagung dan padi, masih cukup sering harus melakukan impor dari negara tetangga.

Ditambah lagi dengan tingginya tingkat pengangguran dimasing-masing daerah juga cukup besar, merupakan fenomena sosial yang seharusnya ada jalan keluar.

Tanah surga yang masih belum dinikmati secara utuh oleh penghuninya 

Apa yang salah dengan negeri kita ? Semuanya sudah ada, lahan penghasil makanan dan buah-buahan, tambang pasir sampai emas pun juga ada.

Kekayaan laut yang begitu besar, serta hutan, gunung, sawah adalah kekayaan yang dimiliki Negeri kita, namun hutang negara semakin meroket, dan Negara masih "belum" membuat hutang luar negeri semakin menciut.

Dalam artikel yang dibuat ini, bukan lantas hendak menyalahkan siapapun, apalagi hendak menyalahkan pemerintah, sungguh tidaklah etis.

Tetapi ini hanya merupakan gundah gulana yang kerap dipikirkan oleh salah satu warga penghuni tanah surga ini.

Mengapa hutang di negeri kita sangat banyak hingga mencapai ribuan triliun, bahkan negara hadir dengan berbagai program dengan pendanaan melalui wordbank yang menjadikan hutang negeri kita semakin membengkak.

Disinilah tanah surga yang pada hakekatnya terhegemoni kapitalisasi global, sehingga seluruh elemen bersatu padu dan gotong royong untuk bangkit dan mengalikan Marwah bangsa kita dari cengkraman hegemoni kapital secara global.

Titip salam untuk para tokoh Nasional

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun