Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Wiraswasta - Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Wong Ndeso yang ingin melihat dunia dengan membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Rindu Belajar Tatap Muka Sangat Dirasakan oleh Siswa dan Orangtua

3 Juni 2021   12:39 Diperbarui: 3 Juni 2021   12:44 147 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rindu Belajar Tatap Muka Sangat Dirasakan oleh Siswa dan Orangtua
Ilustrasi : www.indonesianpost.co.id

"Pandemi covid 19 masih menjadi salah satu kendala baik bagi siswa maupun bagi pendidik untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Namun tahun 2021/2022  fix PTM akan di laksanakan oleh kemendikbudristek dengan tetap mematuhi pembatasan siswa dan protokol kesehatan".

Bleanded learning konsep yang akan di laksanakan oleh kemendikbudristek yakni pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dua konsep ini, tentu harus di kaji dan di evaluasi secara integral mengenai konsep yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran yang akan di langsungkan pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Hampir dua tahun pembelajaran jarak jauh (PJJ) di laksanakan, plus minus dari pembelajaran tersebut tentu menuai polemik bagi proses pembelajaran di sejumlah daerah, dimana anak didik harus memiliki seperangkat alat, yakni handphone sebagai media untuk melaksanakan PJJ, belum lagi terkendala sinyal, dan juga membeli paketan, menjadikan orang tua harus merogoh kocek yang tidak sedikit jumlahnya, bahkan tidak sedikit orang tua yang harus berhutang demi memenuhi perangkat untuk melakukan PJJ, demi putra dan putri mereka bisa belajar secara daring. 

Sementara efektif dan efisiensi dari pembelajaran secara online, hanya lebih menekankan pada nilai kognitif dan psikomotorik anak, sementara pada aspek afektif sama sekali tidak tersentuh, sehingga pada perubahan sikap anak sangat kecil perubahannya.

Jika orang tua anak adalah seorang pendidik masih sangat memungkinkan mengawal dan membimbing putra-putrinya, namun tidak semua orang demikian adanya, faktor inilah yang menjadikan pembelajaran jarak jauh (pjj) kurang begitu efektif, sebab minimnya pengawalan dan pemdampingan terhadap anak dalam proses belajar secara daring.

Selama pandemi ini berlangsung, orang tua tidak hanya sekedar mencari nafkah bagi anak-anaknya, namun orang tua juga banting tulang dan merelakan sebagian waktunya untuk mengawal dan membimbing putra-putri mereka, demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.

Kebijakan pembelajaran secara tatap muka ini, tentu saja disambut gembira dan disambut baik oleh orang tua dan peserta didik, dimana anak yang memang dunianya bermain sangat rindu dengan guru dan teman sekelasnya.

Kebijakan PTM dan PJJ, sebagai sebuah upaya memulihkan konsep pembelajaran dalam dunia pendidikan kita, yang tentu saja sentuhan pada perubahan sikap anak didik menjadi hal yang perlu disorot baik oleh tenaga pendidik maupun orang tua.

Rindu itu memang berat, kata Dilan, biar guru saja yang menanggungnya, begitu kira-kira ya..

Apa murid dan orang tua tidak merindukan hal tersebut ? Justru kerinduan siswa dan orang tua sangatlah besar adanya. Orang tua ingin melihat anak-anaknya kembali mengenakan seragam kesayangan. Seragam putih-merah, seragam batik, dan seragam Pramuka.

Kerinduan saat mentari mulai terbit di ufuk timur, saat senyum orang tua mengembang dengan tingkah lucu anak-anaknya, lalu siswa mengucap salam pergi ke sekolah, menjemput asa untuk masa depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN