Mohon tunggu...
Akbar Pitopang
Akbar Pitopang Mohon Tunggu... Guru - Belajar Sambil Mengajar | Pendidikan Sepanjang Hayat

Bukan Sensasi Tapi Esensi. Alam takambang jadi guru | Pernah menjadi relawan KSR PMI Jogja, Chief storekeeper di Lombok, Operational-admin staff di MNC Payakumbuh | Pemerhati dunia edukasi, pendidikan agama, parenting dan psikologi anak, sosial budaya dan lifestyle | Bagian dari buku kolaborasi Kompasiana: Cinta Indonesia Setengah dan Jelajah Negeri Sendiri | Let inspired to inspiring πŸ‘

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Sehat Artikel Utama

Memutus Polemik Penggunaan Air Minum Kemasan Perlu Sinergitas Semua Pihak

25 September 2022   09:01 Diperbarui: 26 September 2022   15:40 398 52 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi galon air mineral.(SHUTTERSTOCK/LIGHTFIELD STUDIOS via Kompas.com)

Β Berkaitan dengan Topik Pilihan di Kompasiana kali ini yang membahas isu tentang air minum kemasan, penulis langsung teringat kejadian beberapa pekan yang lalu tentang desakan masyarakat kepada sebuah perusahaan air minum kemasan untuk menghentikan kegiatan operasi atau produksi.

Kejadian ini terjadi di kampung penulis sendiri. Sehingga hal ini harus menjadi perhatian kami untuk mencarikan solusi demi kemaslahatan dan keadilan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Sebenarnya sejak peristiwa ini terjadi, kami sudah menyiapkan sebuah artikel dan hendak mempostingnya tapi ternyata mengendap di menu Draft. Maka inilah momen yang tepat untuk mengkatnya ke permukaan.

Dimana masyarakat Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota mendesak perusahaan air mineral yang beroperasi di wilayahnya agar ditutup.

Hal tersebut bukan tanpa alasan bahwa dengan adanya kegiatan produksi air kemasan yang dilakukan oleh perusahan tersebut menyebabkan masyarakat yang berada di kawasan lokasi perusahaan berada menjadi terdampak dengan matinya sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari.

Apalagi ternyata perusahaan belum memiliki izin produksi dan berdalih bahwa perizinan belum dirilis karena masih dalam proses pengurusan.

Oleh sebab itu, masyarakat semakin geram karena belum adanya izin operasional dan produksi air kemasan bagi perusahaan tersebut.

Pertemuan membahas polemik operasional produksi perusahaan air minum kemasan di Sungai Kamuyang (Dokpri/arsil taka)
Pertemuan membahas polemik operasional produksi perusahaan air minum kemasan di Sungai Kamuyang (Dokpri/arsil taka)

Akhirnya dilakukan pertemuan antara pihak perusahaan, Wali Nagari, Kabag dan Tim Teknis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten pada Kamis (25/8/2022) yang lalu.

Hasil pertemuan tersebut telah disepakati secara bersama bahwa kegiatan produksi air kemasan yang dilakukan oleh perusahaan harus ditutup sementara. Dimana pihak perusahaan menyetujui keputusan tersebut hingga perizinannya selesai diurus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Sehat Selengkapnya
Lihat Indonesia Sehat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan