Mohon tunggu...
Akas Anggita
Akas Anggita Mohon Tunggu... S.P.

Asisstant Editor Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Aplikasi Teknologi di Sektor Pertanian dalam Mewujudkan Pertanian Presisi

23 Mei 2019   00:31 Diperbarui: 23 Mei 2019   00:48 0 1 1 Mohon Tunggu...

Pertanian adalah salah satu sektor ekonomi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap lingkungan. Pertanian juga menjadi tumpuan dasar sumber pangan bagi kehidupan manusia. Tren sistem pertanian presisi semakin diminati pada era revolusi industri 4.0. dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan [Balafoutis et al., 2017].

Menurut Mulla (2013), pertanian presisi bertujuan untuk penggunaan sumber daya yang lebih efisien dengan mengoptimalkan praktik pengelolaan tanaman pertanian untuk menerapkan perawatan pada jumlah, tempat, dan waktu yang tepat. Jadi, budidaya pertanian perlu diintensifkan untuk meningkatkan produksi tanaman (outputs) bersamaan dengan mengurangi pemberian air, nutrisi dan bahan kimia yang tidak berkelanjutan (inputs).

Pentingnya aplikasi teknologi disektor pertanian

Intensifikasi pertanian harus ditingkatkan dengan penekanan pada efisiensi produksi. Hal ini menjadi tujuan utama dalam pertanian presisi untuk mengimbangi populasi manusia yang terus tumbuh dan meningkatnya usia harapan hidup, tetapi pada saat yang bersamaan produksi pangan di sektor pertanian tetap konstan atau bahkan menurun [Tilly et al., 2013].

Hasil penelitian Tilly et al. (2013) dengan judul Precise Plant Height Monitoring and Biomass Estimation with Terrestrial Laser Scanning in Paddy Rice menunjukkan bahwa aplikasi TLS (Terrestrial Laser Scanning) dapat dianggap sebagai alat yang sangat menjanjikan untuk pertanian presisi. Keuntungan utama TSL untuk pertanian adalah proses akuisisi yang cepat dan mudah dicapai dari seluruh bidang dalam mendeteksi tinggi tanaman dan biomassa Padi. Potensi hasil padi (gabah-beras) berkorelasi positif dengan tinggi tanaman, biomassa dan pemupukan. Dengan demikian, potensi hasil hasil padi dapat diprediksi dalam jangka waktu tertentu.

Praktek pertanian presisi dengan penggunaan zona pengelolaan dapat meningkatkan keberhasilan panen berbagai komoditas pertanian. Hal ini sesuai hasil penelitian Carvalho et al. (2016) dengan judul Cacao Crop Management Zones Determination Based on Soil Properties and Crop Yield dengan menerapkan zona pengelolaan untuk budidaya kakao mendapatkan hasil cukup memuaskan, serta memungkinkan pembentukan pola klaster antara sifat-sifat tanah dan hasil kakao. Tanaman dapat tumbuh dengan baik apabila memiliki tanah yang subur, dengan adanya zonasi dapat memberikan rekomendasi terhadap pemupukan yang tepat dan memadai serta menekan serangan dari organisme pengganggu tanaman.

Tindakan preventif terjadinya erosi

Prektek budidaya pertanian melalui perencanaan tata guna lahan dapat mengurangi intensitas bahaya erosi tanah. Berdasarkan hasil penelitian Tehrany et al. (2017) dengan judul Soil erosion susceptibility mapping for current and 2100 climate conditions using evidential belief function and frequency ratio yang dilaksanakan di Filipina memproyeksikan bahwa bahaya erosi tanah akan meningkat karena perubahan pola curah hujan pada tahun 2100. Dengan melakukan penelitian menggunakan dua teknik statistik FR dan EBF, wilayah yang rentan erosi tanah dapat dipetakan. Sehingga instansi terkait (dalam hal ini Pemerintah) dapat melakukan tindakan preventif dengan pendekatan yang paling akurat.

Memetakan kebutuhan hara tanah

Penginderaan jauh (remot sensing) semakin banyak diaplikasikan dalam sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan kemajuan teknologi pertanian presisi, seperti sistem penentuan posisi global (GPS), sistem informasi geografis (SIG), dan pemetaan konduktivitas listrik tanah (EC). Hasil studi Lund et al. (2001) dengan judul Applying Nitrogen Site-Specifically Using Soil Electrical Conductivity Maps and Precision Agriculture Technology bahwa hasil pemetaan EC menunjukkan bahwa aplikasi pupuk N dapat dikelola di spesifik lokasi dengan menggunakan berbagai praktik pengelolaan, termasuk pengambilan sampel tanah, sasaran hasil yang bervariasi, dan sejarah penanaman. Secara khusus, alat-alat tersebut dapat digunakan secara spesifik di lokasi untuk meningkatkan efisiensi hara N dengan membantu dalam menentukan ketersediaan hara N dalam tanah dan memperkirakan jumlah hara N yang dibutuhkan oleh tanaman.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2