Mohon tunggu...
Lohmenz Neinjelen
Lohmenz Neinjelen Mohon Tunggu... Buruh - Bola Itu Bundar, Bukan Peang
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

https://gonjreng.com/

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ijtima Ulama III Tidak Ada Pengaruhnya

2 Mei 2019   16:22 Diperbarui: 2 Mei 2019   19:06 514
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ijtima Ulama III tidak ada pengaruhnya, bahkan dinilai hanya politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang menyesatkan saja. 

Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang sewot, kesal, dst sambil bertanya mengapa Ijtima Ulama III dinilai seperti itu, tapi di sisi lain mungkin saja ada sebagian pihak yang tersenyum simpul.

Siapa yang mengatakan Ijtima Ulama III hanya politik akal-akalan yang menyesatkan, dan dinilai merupakan pertemuan tim sukses kubu Prabowo yang berkedok Ijtima?

"Agenda tersebut tak lebih dari sebuah politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang tujuannya menyesatkan umat," ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily seperti dikutip dari tempo.co (2/5/2019).

Ijtima Ulama III yang diadakan pada Rabu, 1 Mei 2019 itu mengeluarkan lima poin, tapi masyarakat jadi malas untuk  mengetahuinya lebih lanjut apa isi dari lima poin tadi setelah Ace Hasan Syadzily mengatakan hanya politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang menyesatkan.

Hal yang wajar saja jika masyarakat jadi malas untuk mengetahui lebih lanjut terkait sesuatu yang hanya merupakan politik akal-akalan dan ugal-ugalan, terutama masyarakat yang cerdas.

Bagi masyarakat yang cerdas dan memiliki akal sehat yang memang benar-benar sehat, tentu tidak ingin buang-buang waktu percuma, tapi entahlah kalau menurut sebagian pihak yang cenderung omdo (omong doang), bisanya hanya koar-koar, atau mengaku berakal sehat, padahal sakit.

Bicara tentang omdo, kubu Prabowo yang selama ini koar-koar mengklaim telah memenangkan Pilpres 2019 tidak juga memberikan bukti yang meyakinkan, begitu juga koar-koar lainnya yang mengatakan telah terjadi kecurangan yang terstruktur dan masif. Semua itu masih sebatas omdo.

Bukan hal yang mengherankan jika pihak yang satu mengatakan "saya menang!", pihak yang lain mengatakan "omdo!". 

Begitupun jika ada yang mengatakan "curang, curang!", dan dibalas dengan "omdo, omdo!". Jangan-jangan sebentar lagi kata "omdo" lebih populer dari "curang".

Kata Ace Hasan Syadzily, Ijtima Ulama III hanya politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang menyesatkan, atau tidak ada pengaruhnya untuk masyarakat yang cerdas, maka dari itu, ya sudahlah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun