Ajinatha
Ajinatha profesional

Pengembara didunia Literasi

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Judul yang Memancing Amarah

3 Januari 2019   10:22 Diperbarui: 3 Januari 2019   10:44 323 15 6
Judul yang Memancing Amarah
Foto : Tirto.id

Kadang kita berpikir orang lain seperti apa yang kita pikirkan, itulah yang membuat kita berprasangka baik atau buruk terhadap orang lain.

Penulis mau cerita tentang sebuah artikel yang pernah diposting di Kompasiana, yang kontennya tentang Politik. Artikel tersebut kebetulan kontennya sedang viral, sehingga diganjar sebagai artikel Utama.

Secara judul sebetulnya biasa aja, tidak vulgar. Antara judul dan isinya nyambung. Artikel tersebut penulis bagikan juga di Twitter dan Facebook, juga di WAG dan group di Facebook. Tidak ada reaksi dari pembaca yang berlebihan sih pada dasarnya. Di Kompasiana sendiri artikel tersebut direspon biasa saja oleh K'Ners, tidak ada yang merespon secara negatif.

Namun, ketika artikel tersebut penulis bagikan di salah satu group orang-orang daerah, artikel tersebut menjadi masalah. Ada beberapa member group tersebut marah karena membaca judulnya, "Novel Bamukmin Sandingkan Prabowo-Sandi dengan Allah dan Rasulullah."

Kalau saja dia membaca juga isinya, penulis yakin akan mengurangi kemarahannya. Sepertinya dia pendukung salah satu Capres, cuma menurut saya dia bukan type pembaca, dia cuma bereaksi setelah membaca judul dengan persepsi isi yang salah.

Jadi memang, kalau sebuah artikel cuma dilihat dari judulnya, tanpa mau membaca isinya, besar kemungkinan akan mispersepsi. Apa lagi kalau membaca judul langsung emosi, tanpa terlebih dahulu membaca isinya.

Tulisan dengan konten politik sekarang ini tensinya lagi tinggi, salah menulis sedikit bisa diserang habis-habisan oleh pendukung Kontestasi Pilpres. Kadang bukan cuma menyerang sekedar berkomentar, tapi juga emosinya kelewat batas, sehingga keluarlah segala jenis binatang dari mulutnya, betapa marah dia hanya karena membaca judulnya.

Memang ditahun politik sekarang ini, para pendukung Capres banyak yang memakai kacamata kuda, nalar dan logika diletakkan dibagian pantatnya, sehingga sangat mudah mengumbar kemarahan hanya kehilangan nalar dan logika. Padahal kalau saja mau cermat dalam menerima imformasi, dan membaca sebuah artikel, tentunya tidak mudah mengumbar amarah.

Untungnya peristiwa tersebut tidak terjadi di Kompasiana, tapi pernah juga ada K'Ners yang seperti itu pada artikel politik, yang penulis pernah posting, entah apa sebabnya K'Ners tersebut mudah mengeluarkan makian dikolom komentar, hanya karena sebagai pendukung militan seorang Capres. Yang seperti itu biasanya langsung penulis hapus komentarnya, biasanya penulis biarkan saja.

Itulah kadang memang judul yang kita buat untuk sebuah artikel, bisa mengundang amarah. Itu semua sebetulnya tanpa kita niatkan dan disadari. Tapi memang ada typikal pembaca yang mudah tersulut isinya, hanya karena membaca judulnya, padahal, kalau saja mau membaca dengan cermat, belum tentu isi artikel tersebut seperti isinya. Sebagian penulis ada yang membuat daya tarik dari judul, karena judul sangat besar pengaruhnya bagi tingkat keterbacaan sebuah artikel.