Mohon tunggu...
Nazarullah Herzaputra SH
Nazarullah Herzaputra SH Mohon Tunggu... Pengacara - Chief Executive Officer (CEO) Startup Legal Center

Sarjana Hukum yang cuma lulusan IPK dua koma sekian

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Neobank,"Attack On Titan"-nya Bank Konvensional dan Fintech di Indonesia

26 September 2021   12:00 Diperbarui: 26 September 2021   12:07 361 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Oleh : Nazarullah Herzaputra, SH. (CEO STARTUP LEGAL CENTER)

Perkembangan era saat ini yang sudah masuk pada zaman 4.0 mengharuskan pergerakan perubahan beserta inovasi menjadi cepat, tidak termasuk inovasi dalam bisnis perbankan. Disepanjang tahun 2021, industri keuangan di Indonesia khususnya perbankan di hangatkan dengan perbincangan kehadiran Neobank di Indonesia, ditambah lagi dengan OJK yang sudah mengeluarkan peraturan terbaru mereka yaitu POJK Nomor 12/POJK.03/2021 yang semakin menegaskan keberadaan dari Neobank di Indonesia. Lalu apakah Neobank tersebut, serta seberapa panjang nafas dari Bank Konvensional serta fintech dengan kehadiran dari Neobank tersebut??

Pengertian Neobank

Neobank adalah sebuah teknologi keuangan yang menawarkan layanan layaknya Bank konvensional tetapi secara digital dan sepenuhnya secara online, serta tidak memiliki cabang, dan hanya diwajibkan hanya memiliki satu kantor fisik sebagai kantor pusat (vide pasal 23 ayat (1) POJK Nomor 12/POJK.03/2021. Neobank menggunakan sebuah aplikasi yang diunduh oleh penggunanya melalui smartphone dan penggunanya tidak memerlukan tanda tangan dokumen fisik apapun, semua dokumen berbentuk digital dan sudah pasti keamanannya sama seperti bank konvensional pada umumnya. Tentu ini adalah sebuah konsep yang sangat dibutuhkan di era yang semua serba digital dan praktis tentunya.

Disamping kemudahan dalam mengoperasionalkan yang seluruhnya berbasis online sehingga semua fasilitas bank ada didalam genggaman dan praktis, Neobank juga menawarkan keuntungan-keuntungan yang lain dibandingkan dengan Bank Konvensional berupa suku bunga yang lebih tinggi dan biaya layanan yang rendah dikarenakan operasional yang sepenuhnya online dan tidak adanya cabang serta Neobank tidak memerlukan karyawan untuk menjalankan cabang sehingga biaya operasional bank dan admin menjadi lebih kecil. 

Selain itu  penggunaan teknologi yang canggih dan juga kenyamanan dalam tampilan aplikasi membuat Neobank mempunyai Added valuenya tersendiri bagi nasabahnya, dan hal ini menjadi keuntungan yang besar bagi Neobank. Meskipun Neobank seratus persen online, tetapi dari segi keamanan Neobank sama seperti bank konvensional bahkan lebih aman dari bank konvensional maupun finetech. 

Banyak pengalaman buruk yang dialami oleh nasabah-nasabah bank konvensional terkait keamanan nasabah, baik itu data maupun dana, apalagi tidak satu dua kali dana nasabah yang digelapkan oleh karyawan atau internal bank konvensional sendiri sehingga membuat kepercayaan nasabah terkait keamanan bank konvensional menjadi menurun dan kalah dengan keamanan dari Neobank.

Perbedaan Neobank dan Bank Digital

Walaupun secara deskripsi Neobank dengan bank digital memiliki pengertian yang hampir sama, tetapi terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara Neobank dengan Bank Digital. Bank Digital adalah layanan keuangan digital atau online yang pada prinsipnya, sistem pada bank digital mengikut pada induk dari bank digital itu sendiri, dan induknya adalah bank konvensional, atau dikatakan bahwa bank digital adalah entitas dari bank konvensional, seperti Jenius yang merupakan entitas dari Bank BTPN, Digibank entitas dari Bank DBS dll. 

Sedangkan Neobank merupakan bank digital yang berdiri sendiri, atau bukan bagian dari entitas bank tradisional yang sudah ada. Neobank bukan bagian program dari bank tradisional, Neobank ada sendiri dan bergerak sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan