Mohon tunggu...
Aisyah Nurjanah
Aisyah Nurjanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

KKN 2021

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Pengembangan Hasil Tani Biji Kopi di Pangalengan

18 Oktober 2021   19:53 Diperbarui: 18 Oktober 2021   20:55 68 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Petani kopi mengungkapkan salah satu tantangan saat ini adalah harga biji kopi yang tengah anjlok. Turunnya harga biji kopi di tengah kondisi covid'19 mengerus pendapatan petani. Harga biji kopi sempat menyentuh harga Rp. 8000 sampai Rp. 5000 per kilogram. 

Berhadapan dengan kenyataan yang demikian, petani tidak bisa berbuat banyak. Sebab disatu sisi mereka tetap membutuhkan dana sehingga tetap menjual meski dengan harga rendah. 

"kita kan tahu kopi itu panen hanya setahun sekali. Jadi kita harus mengatur supaya hasil panen itu cukup untuk setahun. Ketika harga kopi jatuh padahal kita butuh dana. Kita jual. Ya sudahlah, makanya posisi tawar kita lemah," jelas Wiwin, petani kopi. 

Langkah yang diambil untuk mengatasi penurunan harga biji kopi dibantu oleh mahasiswa KKN Uninus yaitu dengan memproses hasil tani biji kopi menjadi kopi serbuk siap seduh dengan cara alat sederhana dan cara tradisional sebagai ciri khas kopi ini. 

Untuk menarik perhatian dan mampu bersaing dengan produk kopi yang lain poin penting yang di perlukan adalah dengan mengemas serbuk kopi tersebut dengan kemasan yang menarik. Mahasiswa KKN Uninus pun membantu memasarkan kopi tersebut secara online. Dengan pegangan harga kopi serbuk Rp. 100. 000 per kilogram, sehingga dapat meningkatakan nilai jual kopi dan harap dapat meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Pangalengan. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan