Mohon tunggu...
Ainur Cahyati
Ainur Cahyati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Tidaklah suatu ilmu itu masuk kepada orang orang suka bermaksiat, karena ilmu akan masuk pada seseorang yang suci/ menyucikan dirinya (Tazkiyatul Nufus).

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pendidikan Islam dan Multikulturalisme

29 November 2021   19:58 Diperbarui: 29 November 2021   20:03 154 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

KONSEP PENDIDIKAN DAN MULTIKULTURALISME

Di Indonesia banyak sekali keberagaman mulai dari suku, bahasa, agama, budaya, bahasa dan suatu golongan.  Oleh karena itu, masyarakat Indonesia dengan banyaknya keberagaman harus bisa menyeseuaikan dan dapat menerimanya. Dapat menerimanya ini juga berarti menjaga persatuan agar tidak terjadi perpecahan yang diakbiatkan oleh kebergaman dan banyaknya perbedaan.

  1. Konsep Pendidikan Islam 

Pendidikan dari sudut pandang islam adalah bagian dari tugas khilafah manusia yang harus dilaksanakan secara bertanggung jawab ini hanya dapat ditempuh jika ada aturan dan pedoman pelaksanannya. Pendidikan seperti itu, islam memberikan konsep dasar pendidikan, dan merupakan tanggung jawab manusia untuk menjelaskannya dengan menerapkan konsep-konsep dasar ini dalam praktik pendidikan.

pendidikan islam adalah suatu proses pembentukan karakter peserta didik agar dapat terarahkan serta dapat mengembangkan melaului syariat dan agama, sehingga dalam hal ini dapat merealisasikan ajaran sesuai dengan Al-Qur'an dan hadis.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan islam ini merupakan  proses penanaman pendidikan terhadapat anak dengan warna islam, pendidikan yang dapat diterapkan dan juga dapat dijadikan sebagai pedoman hidup.

2. Pengertian Multikulturalism

Secara etimologis multiculturalism terdiri dari dua kata yaitu (multi) yang berarti banyak dan (kultur) itu adalah budaya dan (isme) artinya suatu aliran/kepercayaan/paham. Secara hakiki, dalam kata itu tercantum pengakuan hendak martabat manusia yang hidup dalam komunitas dengan kebudayannya tiap-tiap yang unik. Dengan demikian, tiap orang merasa dihargai sekalian merasa tanggung jawab buat hidup bersama.

Multiculturalism secara sederhana dapat dipahami sebagai pengakuan terhadap suatu negara atau masyarakat itu beragam. Disisi lain, tidak ada kebudayaan nasional tunggal yang dimiliki dalam satu Negara. Oleh karena itu, multiculturalism adalah sesuatu yang harus diterima atau tak terbantahkan dari setiap Negara dan bangsa di dunia.

Abdullah Ali berpendapat tiga karakteristik pendidikan multiculturalism yaitu:

  • Prinsip demokrasi, kesetaraan dan keadilan.
  • Berorientasi pada kemanusiaan, persatuan dan kedamaian.
  • Mengembangkan sikap pengakuan, penerimaan dan penghargaan kepada keragaman budaya.

3.  Pendidikan Multikulturalisme Dalam perspektif Al-Qur'an 

Beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas mengenai pendidikan Multikultural seperti QS. Al-Hujuraat (49) : 13. Dalam ayat ini menjelaskan tentang keberagaman jenis kelamin, individu, suku dan bangsa adalah dengan tujuan untuk saling mengenal. Suatu sikap yang didapat yaitu sikap positif konstruktif yang bersifat aktif karena komitmen dari saling mengenal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan