Mohon tunggu...
Ahmad Nur Luqman
Ahmad Nur Luqman Mohon Tunggu... Administrasi - Warga Blora

Pejuang Hardvad !!!

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menebak Siapa Capres Pilihan PDIP, Bukan Ganjar Bukan Pula Puan

24 Juni 2022   21:51 Diperbarui: 24 Juni 2022   21:53 149 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
sumber: ig@basuki_hadimuljono

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwasanya kemaren sampai dengan hari terakhir rakernas partai PDIP sama sekali tidak  mengumumkan siapa capres mereka, seperti yang sudah dilakukan oleh Partai Nasdem sebelumnya.

Berbeda dengan Partai Nasdem setelah rakernas, yang ramai disosial media adalah soal capres yang diusungnya. Akan tetapi, setelah rakernas PDIP justru yang ramai di sosial media malahan para tukang bakso, karena dalam suatu kesempatan saat rakernas, Ibu Mega bercerita terkait pesannya kepada anak perempuannya ketika hendak memilih pasangan "awas lo nyarinya jangan sampai kayak tukang bakso", kata beliau.

Terkait pernyataan beliau mungkin dalam imaginasi Bu Mega, tukang bakso itu penampilannya sudah seperti om om, sudah berkeluarga dan bisa dibilang sudah tua, jadi nyarinya ya harus sepadan, enak dilihat dan ini adalah soal selera. Karena setiap ibu pastinya mempunya selera yang berbeda-beda, ada yang seleranya harus goodloking seperti seleranya calon mantunya Bu Mega, ada yang seleranya good rekenig atau justru malah good rekening dan good loking.

Jadi, itu merupakan sekedar pesan orang tua kepada anaknya yang kemudian diceritakan di publik, kalau kemudian viral di twiter, tiktok atau media sosial yang lainnya, setau saya sampai saat ini dalam beritanya, tidak ada klarifikasi sama sekali terkait pernyataan Bu Megawati. Akan tetapi, bukannya mereka klarifikasi, namun setelah rakernas selesai, mereka malah makan bakso bersama, dan ini yang membedakan antara sikap ibu kepada anaknya dan sikap partai menghargai keberadaan tukang bakso.

Kemudian yang menarik lainnya dalam rakernas kemaren PDIP. Terkait capres juga ternyata mbak Puan itu tidak tau sama sekali, tetapi soal kriteria dan sinyal sinyalnya, dikesempatan yang berbeda Hasto Sutanto Sekjend PDIP mengatakan bahwa "partai kami mungkin tidak akan mendukung capres yang berdasarkan popularitas" jadi meskipun surveynya tinggi itu tidak menjadikan patokan  utama.

Makanya kemudian Pak Ganjar saat rakernas mendapatkan kesempatan untuk membacakannya rekomendasi partai bahwa salah satu poinnya adalah penunjukan capres dan cawapres 2024 itu sepenuhnya keputusan dari ibu Megawati.

Ini semakin menunjukan bahwa, pak Ganjar iya harus patuh dengan hal ini. Nah artinya itu kriterianya harus gimana sih? kalau gak harus terkenal, berarti pdip mendukung yang gak populer, yang gak ada namanya dalam lembaga survey dung berarti.

Yang mengejutkan juga, dikesempatan yang lain pada saat rakernas Pak Basuki (Mentri PUPR) diumumkan sebagai kader PDIP, jadi Pak Basuki ini ternyata sudah memiliki KTA, dan itulah alasannya kenapa pak basuki selalu hadir dalam acara-acara PDIP bersama Pak Jokowi, karena memang kader. Dan kita gak tau, itu pula beliau diumumkan pas ketika rakernas kemaren dalam simbol politik.

Perkiraan ini sangat kuat sekali karena mereka hanya akan mencalonkan kadernya atau sudah pernah sekolah partai terlebih dahulu seperti Mas Gibran saat mencalonkan dirinya menjadi walikota Solo pada waktu itu.

Nah terkait capres dari PDIP, kok ini saya curiga calonnya adalah Pak Basuki ya, karena sesuai dengan kriteria: gak harus populer, bisa bekerja sesuai visi dan misi Pak Jokowi dan bisa malanjutkan program-progran pak Jokowi nantinya terkait infrastruktur.

Beliau juga sudah kader, bekerja dari bawah. Sehingga apabila Pak Basuki yang dipilih ini nampaknya akan mendamaikan dua kubu yang selama ini ada di PDIP, baik dari sisi Pak Ganjar maupun Mbak Puan, karena salah satunya yang dipilih saling gak mendukung, dan apabila yang dipilih beneran Pak Basuki ya pastinya mereka berdua bisa berdamai dan sama-sama akan mendukung Pak Basuki sehingga bisa solid memenangkan pilpres di 2024 nantinya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan