Mohon tunggu...
Ahmad IzzaSurya
Ahmad IzzaSurya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Tuhan menciptakan Adam dan Hawa bukan sebgai ujian, mereka di ciptakan untuk saling di pertemukan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Sekolah Bukan Tempat Utama dalam Pembelajaran

1 Juli 2021   09:06 Diperbarui: 1 Juli 2021   09:19 401
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Yang seharusnya nomor satu bukanlah patokan yang utama karena apa arti nomer satu jika tidak ada nomer dua-nya.

Bab 2. Siswa Bukanlah Robot

            Seringkali siswa dituntut untuk memahami semua hal yang diajarkan oleh guru maupun dosen, mereka lupa apakah siswa ini benar-benar berminat atau hanya ikut-ikutan didalam materi pembelajaranya, seharusnya guru ataupun dosen memberi fasilitas dan semangat terhadap anak didiknya, tidak perlu memarahi mereka, tidak pandai didalam satu bidang yang diajarkan adalah suatu hal yang wajar, mungkin saja anak didiknya itu ahli dalam bidang yang tidak diajarkan oleh guru ataupun dosen yang membimbingnya saat ini.

Hakikatnya manusia memiliki bakat atau keahlian berbeda, ada yang  sangat sensitif diindra pendengarannya sehingga dia lebih suka mendengarkan musik dan sangat mudah memahami kendala apa yang sedang terjadi didalam mesin, kenapa bisa begitu?, karena disetiap nada yang terucap dan di dalam mesin yang bergerak sulit untuk memahami kesalahan atau kerusakan yang ada didalamnya.

Pendidikan di Indonesia sendiri mengarah pada kekuasaan yang dapat diraih ketika menjadi nomor satu, entah sadar atau tidak sadar sejak kita menduduki bangku pendidikan, kita seolah-olah dituntut harus mendapat nilai yang bagus agar mendapatkan peringkat pertama, tetapi dari pihak guru ataupun orang tua jaman sekarang, tidak memandang proses ataupun anak yang berjuang matian-matian dengan apa yang di harapkan guru ataupun orang tuanya. 

Ada anak yang belajar siang dan malam tetapai masih saja tidak mendapatkan nilai yang bagus dan pada akhirnya dia tetap dimarai oleh orangtuanya, tanpa kita sadari hal ini masuk ke behavirior anak. 

Dalam kasus ini sang anak akan merekam bahwa yang dicari dan diapresiasi oleh orang tua dan guru pembimbing hanyalah nilai akhir. Pada akhirnya siswa menghalalkan berbagai cara meski itu mengunakan cara kotor seperti mencontek, ataupun membuat jawaban di selembar kertas yang dia sembunyikan di tempat

yang mereka rasa aman. Hal ini terus berulang sehingga ID dan EGO mereka menghafal hal tersebut. Faktor utama yang mempengaruhi hal ini adalah tekanan dan kecemasan yang di berikan oleh guru dan orang tua siswa.

            Pepatah islam pernah berkata bahwa "carilah ilmu sampai ke negeri cina", hal ini menunjukan bahwa umat islam memang dituntut untuk mengerti banyak hal dan harus berani meninggalkan kampong halamanya agak mengerti hal baru dan culture yang baru juga, jika kita fahami secara lebih mendalam, sebenarnya ini adalah salah satu pesan tersirat dimana ketika memang kamu tidak faham ataupun kamu tidak mengerti akan suatu hal, maka kamu harus mencarinya hingga ke Negara tetangga sekalipun, di dalam pencarian itu sendiri juga tidak diwajibkan harus paham akan satu bidang yang sudah di tentukan ataupun memahami semua bidang yang sudah kamu temui ketika perjalananmu, tetapi mencari dan mendalami apayang membuat kamu tertarik dan merasa kamu memang benar benar bisa mengembangkan apa yang kamu sukai tersebut, masalah itu berlaku atau tidak di duniamu kelak setidaknya kamu sudah mempunyai dan menguasai keahlian tersebut, karna hakikatnya tidak ada ilmu yang terbuang percuma setelah kamu pelajari.

Bab 3. Sapi dan sang Penggembala

            Menurut asumsi-asumsi dasar teori kognitif sosial

  • Orang dapat belajar dari mengamati orang lain.
  • Belajar merupakan suatu proses internal yang mungkin juga menghasilkan perubahan perilaku.
  • Manusia dan lingkunganya saling mempengaruhi.
  • Perilaku terarah pada tujuan tertentu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun