Mohon tunggu...
Mohamad Agus Yaman
Mohamad Agus Yaman Mohon Tunggu... Seniman

Penata Tari / kreator tari Prov. Kep. Bangka Belitung

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Komunikasi antara Atasan dan Bawahan yang Baik

16 Desember 2019   12:57 Diperbarui: 20 Desember 2019   09:13 287 0 0 Mohon Tunggu...

Manusia dalam kehidupan ini memerlukan orang lain untuk berkomunikasi dan membutuhkan kelompok untuk berinteraksi. Komunikasi tersebut dapat berupa lisan dan tulisan, di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Tanpa Komunikasi, manusia tidak dapat menyampaikan pesan. Proses komunikasi terus mengalir dan bentuk pesan yang dikomunikasikan manusia terus berubah.

Komunikasi juga berperan penting di dalam suatu organisasi, salah satunya adalah komunikasi Vertikal. Komunikasi vertikal yaitu komunikasi antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya.

Komunikasi yang dilakukan seorang atasan di dalam organisasi beragam, ada yang baik dan ada yang tidak baik terhadap bawahan. Adakalanya seorang atasan terbebani oleh suatu masalah di luar kantor atau di lingkungan keluarga maupun masalah-masalah lainnya yang membuat dirinya mengalami tekanan. Oleh karena itu, seorang atasan seharusnya dapat berlaku bijak dan menyadari kewajiban mana yang harus dilakukannya saat berada di dalam organisasi.

Tidak semua organisasi berjalan dengan lancar, seorang atasan yang baik dan bijaksana menjadi harapan semua bawahan. Namun tidak semua bawahan bekerja secara baik dan benar walaupun memiliki atasan yang baik. Semua ini merupakan timbal balik bagaimana cara berkomunikasi atau menyampaikan pesan secara efektif. Banyak pula alasan bawahan yang mengkritisi kelakuan, sikap, sifat dan ekpresi atasan. Dalam hal ini penulis mengambil 3 alasan yang menjadikan para bawahan malas bekerja dan tidak menyukai para atasan;

- Atasan yang kurang berkomunikasi dengan bawahan, berlaku kurang sopan,

- Atasan yang sering terlambat masuk kantor, dan

- Atasan yang sering meninggalkan kantor sebelum jam kerja selesai tanpa alasan yang jelas.

- Atasan yang kurang berkomunikasi dengan bawahan, berlaku kurang sopan.

Atasan dan bawahan dalam satu organisasi selayaknya bekerja sama secara rasional, sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Komunikasi atasan di dalam organisasi sangat penting sebagai tranmisi dan alat untuk pemberian informasi kepada bawahan untuk tujuan bersama.

Seorang atasan harus memperhatikan cara berkomunikasinya dengan bawahan, memahami cara-cara dalam mengambil kebijaksanaan terhadap bawahan, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ketiga hal tersebut merupakan modal utama untuk kemajuan organisasi yang dipimpinnya. Selain itu, sebagai atasan tidaklah mudah dalam mengatur prilaku dan sikap.

Atasan yang mengalami depresi karena masalah keluarga atau masalah pribadi yang tidak kunjung usai akan mengakibatkan kinerja organisasi tidak maksimal, akibatnya para bawahan akan terkena imbasnya. Atasan yang mengalami depresi yang berat sangat berbahaya untuk kondisi kesehatannya, dan menjadi masalah besar pada bawahan bahkan banyak sebagian orang yang mengalami depresi sampai berujung di rumah sakit jiwa dan akhirnya sampai kehilangan nyawanya. Untuk itu, tidaklah mudah menjadi atasan, harus bisa mengontrol diri sendiri dan mampu menghadapi bawahan dan sanggup memimpin organisasi. Disinilah komunikasi vertikal berkembang untuk mencapai kesuksesan organisasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN