Mohon tunggu...
agus siswanto
agus siswanto Mohon Tunggu... Guru - tak mungkin berlabuh jika dayung tak terkayuh.

Guru Sejarah

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Untung Indonesia Terlambat Tertular Virus Korona

11 Mei 2020   10:19 Diperbarui: 11 Mei 2020   10:26 253
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: kompas.com

Ungkapan ini meminjam kalimat sebagian besar orang Indonesia dalam menghadapi suatu kejadian, terutama orang-orang Jawa. Mereka selalu mampu menempatkan kata "untung" pada suatu kejadian yang menimpa mereka atau kelompok mereka.

Semisal ketika mereka harus kehilangan tangan kiri saat mengalami kecelakaan, dengan enteng dia mengatakan untung hanya yang kiri. Saat  sepeda motor dilarikan oleh begal, mereka mengatakan untung nyawa tidak ikutan melayang. Demikian juga saat mengalami luka-luka karena kecelakaan, untung tidak meninggal. Dan masih banyak "ntung-untung" yang lain  di balik setiap kejadian.

Saya tidak tahu, ungkapan itu sebuah bentuk rasa syukur ataukah hanya sekedar basa-basi. Yang tahau hanya mereka sendiri. Dan saya sendiri tidak pernah ingin tahu.

Demikian pula saat virus Korona melanda tanah air kita mulai sekitar 3 bulan yang lalu. Walaupun banyak spekulasi yang mengatakan keterlambatan tersebut disebabkan oleh kelambanan dan ketidakmampuan pemerintah dalam mendeteksi kehadiran sang virus tersebut, itu hak mereka. 

Fakta yang disampaikan lewat juru bicara Percepatan Penanganan Covid-19 hingga kemarin sore telah tersaji. Jumlah yang terinfeksi telah menembus angka 14 ribuan orang, sedangkan jumlah yang meninggal pada angka 900-an.

Segi untung apa yang didapatkan dari keterlambatan ini? Mari kita lihat sama-sama.

Pertama, keterlambatan ini membuat kita banyak belajar dari cara penanganan virus Korona di negara lain. Kita tinggal memilih model mana yang kita ambil. Penanganan yang ekstrim model negara-negara sosialis ataukah penanganan yang dilakukan negara-negara Barat.

Hal ini tampak dari penerapan PSBB yang saat ini berlaku di beberapa wilayah tanah air. Kalau kita amati, model PSBB ini merupakan hasil kajian terhadap model yang ada di negara lain. beberapa negara memberikan contoh penerapan lockdown tanpa persiapan yang matang justru menjadi bumerang bagi pemerintah.

Kalau kita mau bicara jujur, seandainya lockdown diterapkan dengan ketat sebagaimana dilakukan di Tiongkok pasti akan luar biasa dampaknya. Ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung hajat hidup warga negara bukan tidak mungkin akan berujung pada kekacauan sosial. 

Ujung-ujungnya stabilitas keamanan nasional terganggu. Sedangkan penerapan PSBB yang masih menyisakan ruang bergerak bagi warga saja sudah mengundang banyak permasalahan.

Kedua, penyediaan berbagai sarana prasarana pendukung penanganan penyebaran virus Korona. Pada saat awal virus ini menyebar, media massa dipenuhi dengan berbagai berita tentang kelangkaan APD. Sehingga beberapa tenaga medis harus memodifikasi APD sendiri. Bahkan ada yang berjibaku menangani pasien Korona tanpa APD yang memadai.

Kini berita itu tidak lagi terdengar. Dengan berbagai langkah, pemerintah maupun pihak swasta telah mampu memproduksi APD sendiri. Beberapa industri yang semula memproduksi barang-barang lain, banting setir membuat APD maupun peralatan pendukung penanganan virus Korona.

Selain itu, bantuan alat-alat medis maupun obat-obatan pun dari negara sahabat berdatangan. Bantuan tersebut dapat terjadi karena negara bersangkutan telah mulai memasuki masa-masa pemulihan, sehingga mereka dapat berbagai semua itu. Permasalahan ada udang di balik batu  dengan bantuan tersebut, itu urusan nanti.  

Ketiga, pemerintah lebih mudah dalam mengarahkan masyarakat berkenaan dengan upaya menghambat penyebaran virus Korona. Akses media yang luar biasa, memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dengan cepat perkembangan kasus penyebaran virus Korona di negara lain. 

melalui informasi tersebut, masyarakat dapat melihat dan mengetahui langkah-langkah apa yang ditempuh oleh negara tersebut. Termasuk juga akibat apa yang harus diterima saat-saat langkah-langkah tersebut dilanggar.

Masyarakat dapat membandingkan jumlah korban yang ada. Termasuk juga kemampuan negara-negara tertentu dalam menangani penyebaran virus tersebut.

Dari ketiga hal tersebut diatas, dapat dilihat  kemajuan penanganan penyebaran virus Korona saat ini. Angka-angka warga yang terinfeksi maupun jumlah pasien sembuh dan meninggal dapat dijadikan sebagai indikator. Terutama jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di belahan bumi Barat, baik Eropa maupun benua Amerika. 

Lepas dari perdebatan sengit yang mempertanyakan data pemerintah yang dianggap tidak valid, secara faktual situasi di tanah air saat ini terkendali berkaitan dengan penyebaran virus Korona.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun